2019, BEI Optimistis IPO Emiten bisa Lebih dari 57

Fetry Wuryasti
02/1/2019 13:55
2019, BEI Optimistis IPO Emiten bisa Lebih dari 57
(ANTARA)

BURSA Efek Indonesia (BEI) mengakui 2018 menjadi yahun yang penuh tantangan dan tidak mudah. Meski begitu mereka masih bisa  memfasilitasi 57 perusahaan untuk go public di sepanjang 2018.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan optimisme terhadap stabilitas ekonomi Indonesia turut berdampak positif terhadap pertumbuhan jumlah investor di pasar modal. Di akhir 2018, jumlah investor ini telah mencapai 1,6 juta atau naik leih dari 40% dibandingkan 2017.

"Terjaganya keyakinan investasi berdampak positif bagi peningkatan likuiditas. Ini tercermin dari lonjakan nilai transkasi nilai perdagangan tahun 2018. bahkan mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah pasar modal," ujar Inarno di pembukaan awal tahun 2019 perdagangan pasar modal, di gedung BEI, Jakarta, Rabu (2/1).

Seluruh pencapain diikuti dengan melaksanakan berbagai prog strategis di sepanjang 2018. Di antaranya, kegiatan pembaharuan infarsturuktur perdagangan bursa efek, melakukan efisiensi waktu penyelesaian transaksi efek dari T+3 hari menjadi T+2 hari, serta penetapan notasi khusus sebagai bentuk perlindungan untuk kalangan investor. 

"Itu berbagai inisiatif dari kami. Kami juga konsentrasi buat penyediaan platform dan membuat, perdagangan efek yang terpecaya di pasar modal Indonesia," ungkapnya.

 

Baca juga: Ini Harapan Menko Darmin untuk Pasar Modal Indonesia

 

Ke depan, BEI akan menjalankan beberapa inovasi yaitu electronic bookbuilding, Indonesia Government Bonds Future (IGBF) (tahap  II), berbagai produk hedging/ derivatif, dan produk derivative lain seperti stock future, index future, structured warrants.

Untuk tahun 2019, BEI sebagai penyedia perdagangan efek berusaha untuk transparan, wajar, dan efisien. Sementara untuk keluar dari tekanan eksternal, mereka berusaha memperbanyak produk dan memperkuat dari basis permintaan dan investornya. 

"Sehingga bagaimana kita bisa jadi tuan rumah di rumah sendiri," tambah Inarno.

BEI optimistis di 2019 bisa menghasilkan lebih banyak perusahaan yang melantai di pasar modal.

"Kami harapkan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya (IPO).  Tahun 2018 kami capai 57 perusahaan (listing/emiten baru). Harapkan tahun 2019 bisa lebih dari itu. Sebab potensinya masih besar. Kuncinya sosialisasi dan edukasi, serta bekerja sama dengan stake holder seperti underwriter, atau OJK, atau kementerian keuangan, menteri BUMN. Kita bisa coba," paparnya.

Dalam pipeline, kata Inarno ada sekitar 12 calon perusahaan yang akan melantai di pasar modal. 

"Tapi saya belum tahu lagi. Kalau ngga salah lebih dari 40-an ya tahun ini (2019)," ulasnya. 

Ia juga menyebut, pencapaian rata-rata transaksi harian tahun 2018 sudah 380 ribu frekuensi per hariannya, atau tertinggi di ASEAN, setelah bursa saham di Thailand. 

"Setelah implementasi T+2, transaksi harian bisa jauh lebih tinggi secara nominal daripada sebelumnya. Dulu T+3 capai Rp 8 triliun susah, tapi sekarang setelah T+2 capai Rp 8,5 triliun itu mudah," tukas Inarno. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya