Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi sepanjang 2018 sebesar 3,13%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,61%.
"Secara umum, akumulasi inflasi tahun ini cukup baik karena berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah yakni 3,5%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi Pers di Kantor BPS Jakarta, Rabu (2/1).
Dilihat dari kelompok pengeluaran, pada tahun ini, kontributor inflasi terbesar berasal dari sektor bahan makanan yakni mencapai 3,41% dengan andil 0,68%.
Penyumbang inflasi terbesar kedua datang dari makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yakni 3,91% dengan andil 0,67%. Disusul juga kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,16% dengan andil 0,56%.
Baca juga: Trans-Jawa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Ditilik dari komoditas, bensin terutama nonsubsidi menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,26%. Diikuti beras dan rokok kretek filter dengan kontribusi yang sama 0,13%.
"Ini yang perlu diintrospeksi ke depannya. Bagaimana upaya agar pemerintah bisa menjaga harga-harga komoditas tersebut sehingga tidak terus mendongkrak tingkat inflasi," ujar Suhariyanto.
Secara menyeluruh, BPS menilai kinerja pemerintah dalam menjaga inflasi sepanjang tahun ini sudah sangat baik. Terlebih, saat ini, kondisi perekonomian global sedang tidak mudah dan memberikan dampak kepada situasi di dalam negeri.
"Tetapi, angka 3,13% ini bagus sekali. Tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi," tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved