Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan pemerintah akan terus melakukan penguatan kebijakan fiskal untuk menjaga nilai tukar Rupiah di tahun 2019. Kebijakan yang dimaksud, antara lain menggenjot ekspor dan mengatur impor.
"Dari sisi fiskal, pemerintah melakukan penguatan kebijakan yang terkait dengan nilai tukar, seperti mendorong ekspor dan mengatur impor, termasuk berupaya mendorong investasi asing," katanya kepada Media Indonesia, Selasa (1/1).
Baca juga: Awal Tahun, Rupiah Diprediksi di Kisaran Rp14.300-Rp14.450 per Dolar AS
Saat ini, katanya, pemerintah terus fokus dalam mendorong produk ekspor unggulan dan perluasan negara tujuan ekspor. Juga, lanjutnya, terus mendorong dan memperkuat penggunaan produk dalam negeri.
"Kita sudah bisa ekspor gerbong kereta ke Bangladesh. Itu menunjukkan industri dalam negeri punya kapasitas. Potensi negara Afrika dan Asia Barat masih besar, itu yang perlu diintensifkan yaitu pemasaran produk Indonesia," katanya.
Sejak beberapa tahun terakhir, dikatakannya, pemerintah terus mendorong industri manufaktur. "Kalau lihat insentif tax holiday, sebagian besar untuk industri pengolahan hulu yang memang diarahkan untuk mendukung supply industri hilir. Juga, ini upaya untuk mengurangi impor bahan baku industri hilir sehingga dapat memperbaiki current account kita," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved