2019, Plafon KUR Bertambah Menjadi Rp140 Triliun

Nur Aivanni
28/12/2018 09:31
2019, Plafon KUR Bertambah Menjadi Rp140 Triliun
( Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemeko Perekonomian Iskandar Simorangkir -- ANTARA FOTO/R Rekotomo/Medcom)

KEMENTERIAN Koordinator Bidang (Kemenko) Perekonomian mengatakan bahwa plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2019 bertambah menjadi Rp140 triliun. Angka tersebut naik bila dibandingkan plafon KUR 2018 sebesar Rp123 triliun.

"Ditetapkan Komite (penyaluran KUR 2019) Rp 140 triliun. Bunganya tetap 7%," kata  Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemeko Perekonomian Iskandar Simorangkir, usai rapat koordinasi mengenai KUR, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/12) malam.

Kenaikan plafon tersebut dilakukan, kata dia, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi mencapai 5,17% dan inflasi kisaran 3% serta pertumbuhan KUR sebesar 12%. Penyaluran KUR selama 2018 ini, dinilai Iskandar, sangat baik. Tingkat NPL pun berada di angka 1,39% per akhir November 2018.

Penyaluran KUR 2018, sambungnya, diperkirakan mencapai sekitar Rp120 triliun. Sementara, hingga November 2018, realisasi penyaluran KUR sebesar Rp118,4 triliun. 

"Bahkan, informasi dari beberapa bank, banyak sekali permintaan di akhir-akhir tahun, sampai dia (Bank) mengerem," katanya.

Baca juga: Nasabah Lama BRI Lebih Merasakan Manfaat KUR dan Kupedes

Ketentuan lainnya, sambung Iskandar, penyaluran KUR di sektor produksi pada 2019 menjadi minimum sebesar 60% dari target penyaluran KUR. Tahun 2018 ini, penyaluran KUR di sektor produksi minimum sebesar 50%. Dan bagi bank-bank yang tidak memenuhi hal tersebut pun akan dikenakan pinalti.

"Bank-bank yang di bawah 50% (penyaluran) KUR (untuk sektor) produksinya, kita akan kenakan pinalti, berupa pengurangan penambahan plafon," katanya. 

Persentase pengurangan tersebut di kisaran 5% hingga 30% dari total peningkatan KUR yang diajukan. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya