Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan menilai semestinya ekspor komoditas di sektor kelautan dan perikanan dapat lebih dioptimalkan. Pemerintah dan pelaku usaha tidak bisa hanya melihat capaian penjualan dari sisi nilai tambah melainkan juga dari segi volume ekspor.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengungkapkan volume ekspor di sektor tersebut masih cenderung kecil dengan didominasi penjualan rumput laut yang mencapai 175 ribu ton dengan nilai US$241 juta.
"Padahal, seharusnya di sektor perikanan bisa lebih banyak. Kita semua tahu potensi kita sangat besar tapi hasilnya belum seperti yang diharapkan," ujar Yugi melalui keterangan resmi, Kamis (27/12).
Ia pun berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha lebih keras lagi meningkatkan volume ekspor perikanan di tahun depan.
"Tentunya dengan dukungan pemerintah. Kami harap agar ada kebijakan yang bisa mendukung upaya ini,” kata Yugi.
Ketua Dewan Penasehat Kelautan dan Perikanan Kadin Rokhmin Dahuri mengatakan hal yang paling diharapkan dari pelaku usaha adalah pemerintah bisa konsisten dalam penerapan kebijakan.
"Jangan ada kebijakan yang berubah-ubah karena itu akan mempunyai efek berganda yang signifikan terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya," tutur Rokhmin.
Ia juga berharap pada 2019 pemerintah bisa melaksanakan pendekatan konsep membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta fokus pada peningkatan nilai dan volume ekspor.
"Masih banyak hal yang harus diperhatikan. Kondisi sekarang ini, tidak hanya pelaku usaha saja, tapi nelayan juga masih menemui banyak tantangan yang dihadapi seperti susahnya mendapatkan akses pembiayaan dan permodalan karena dianggap tidak bankable, selain juga terbentur dengan peraturan-peraturan yang cukup memberatkan. Disamping itu, masih mahalnya sarana produksi menjadi catatan tersendiri bagi pengusaha untuk melangsungkan usaha perikanannya," jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor hasil perikanan pada Januari-Oktober 2018 tercatat sebanyak 915 ribu ton dengan nikai US$3,99 miliar. Jumlah itu lebih tinggi dari capaian periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 862 ribu ton senilai US$3,61 miliar. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved