Investor Pasar Modal 2018 Naik 44 %

Fetry Wuryasti
27/12/2018 19:56
Investor Pasar Modal 2018 Naik 44 %
( ANTARA FOTO/Audy Alwi)

PT Kustodian Senteral Efek Indonesia (KSEI) mencatat peningkatan jumlah investor sebesar 44% menjadi 1,6 juta investor dibanding periode sama pada tahun sebelumnya 1,1 juta investor.

"Jumlah tersebut merupakan jumlah Single Investor Identification (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBSN) dan efek lain yang tercatat," ujar Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari dalam acara media gathering di Jakarta, Kamis (27/12).

Secara rinci komposisinya antara lain 851.662 SID yang memiliki aset saham. Lalu 988.946 SID memiliki aset reksa dana dan 195.119 SID memiliki aset surat berharga negara.

"Yang menggembirakan, investor usia muda di bawah 30 tahun atau milenial mencapai 39,72 %, naik dibandingkan tahun lalu sekitar 28 %," ujarnya.

Adapun total aset investor yang tercatat di C-BEST hingga 26 Desember 2018 mencapai Rp 4.149,06 triliun.

Itu terdiri dari investor saham Rp 3.501 triliun, obligasi korporasi Rp 400,93 miliar, obligasi pemerintah Rp 77,04 triliun, MTN Rp 74,19 triliun, SBSN Rp 30,42 triliun, SUKUK Rp23,30 triliun, negotiable certificate of deposit (NCD) Rp 14,83 triliun, reksa dana Rp 10,44 triliun, EBA Rp9,84 triliun, waran Rp 6,02 triliun, dan lain-lain Rp 0,38 triliun.

"Dari jumlah tersebut, investor di Indonesia masih terpusat di pulau Jawa sebanyak 73,5 % dengan total nilai aset mencapai 95,96 persen. Investor terbanyak kedua ada di Pulau Sumatera sebanyak 14,49 persen," ujarnya.

Mengacu pada sebaran investor secara demografi, total aset pemodal yang berada di Jawa sebesar Rp 2.118,13 triliun, Sumatera Rp 33,68 triliun, Kalimantan Rp 46,51 triliun, Sulawesi Rp 4,26 triliun, Bali, NTT, dan NTB Rp 3,45 triliun, serta Maluku dan Papua Rp 1,27 triliun.

"Dari jenis kelamin sebesar 59,13 % adalah investor pria dan 40,87 % wanita," papar Friderica.

KSEI menargetkan pertumbuhan jumlah investor di pada tahun 2019 meningkat 40%. Artinya jumlah investor pada tahun 2019 diharapkan bisa mencapai 2,2 juta.

Berdasarkan data Single Investor Identification (SID) per 26 Desember 2018 jumlah investor di mencapai 1,6 juta. Angka ini meningkat 44,06% dibandingkan jumlah investor di periode yang sama di 2017 sebesar 1,1 juta.

"Kalau sekarang naik sekitar 40%, jadi berharap tahun depan bisa naik lagi 40%,"

Dia menjelaskan, untuk mendorong pertumbuhan investor upaya sosialisasi pasar modal ke berbagai universitas di Indonesia akan terus di genjot. Saat ini, kata Friderica, sudah ada 300 galeri investasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, rencana dana dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang ditargetkan bisa masuk ke pasar modal, jika terealisasi maka akan menambah jumlah investor. Setidaknya, kata dia, bisa menambah 4,5 juta investor baru.

"Kalau itu bisa terlaksana tahun depan jumlah investor kita akan melonjak signifikan. Tapi kan itu kan di luar (kewenangan) kita (untuk memutuskan), jadi memang menunggu keputusan BP Tapera," jelasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya