Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MIRAE Asset Sekuritas Indonesia menargetkan indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun 2019 berada di level 7.123. Untuk sektor saham yang memiliki prospek cerah antara lain rokok, ritel dan perbankan.
Dijelaskan oleh Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya, beberapa alasan kuat tiga sektor saham ini akan menjadi jagoan, yaitu pada sektor rokok tembakau, pemerintah baru mengeluarkan kenaikan pajak cukai rokok sebesar 0%. Ini salah satu strategi pemerintah menahan inflasi terjaga.
"Ini akan mendorong operasi sektor tembakau rokok. Karena cukai yang 0% akan menumbuhkan volume rokok dan margin dan laba perusahaan. Makanya kenapa kami meng-overweight sektor ini," ujar dia di Jakarta,Kamis (27/12).
Baca juga: IHSG Menguat Seiring Aksi Window Dressing
Beberapa saham yang mereka jagokan, antara lain Gudang Garam (GGRM) dan HM Sampoerna (HMSP) dengan proyeksi harga di 2019 masing-masing di Rp 101 ribu per saham dan Rp 4.300 per saham.
Inflasi yang terjaga rendah menjadi prospek bagus bagi ritel. Sebab daya beli masyarakat akan cenderung naik. Untuk ritel,mereka mengandalkan Ramayana (RALS) dan Ace Hardware (ACES).
Untuk sektor perbankan, Bank BCA (BBCA) dan Bank BNI (BBNI) diperkirakan akan mengalami expand margin di 2019. Loan to deposit ratio (LDR) kedua bank ini masih lebih bagus daripada industri yang rata-rata 92%. Hanya kedua bank ini yang LDR nya masih di bawah 90%.
"Jadi likuiditas yang mereka bisa salurkan masih banyak. Pertama NIM masih ekspansi, dan likuiditss mereka masih banyak karena masing-masing LDR di 85% dan 88%," tukas Hariyanto. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved