Kemenkeu Optimis Penyerapan Anggaran 2018 Lebih Baik Dibandingkan 2017

Nur Aivanni
26/12/2018 18:23
Kemenkeu Optimis Penyerapan Anggaran 2018 Lebih Baik Dibandingkan 2017
(ANTARA FOTO/ho/Subur)

KEMENTERIAN Keuangan optimistis penyerapan anggaran tahun 2018 akan lebih baik dibandingkan 2017. Demikian disampaikan oleh Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani.

"(Penyerapan anggaran) Insya Allah akan lebih baik dari tahun 2017," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (26/12).

Baca juga: Pelni Operasikan Kapal Motor untuk Evakuasi Penduduk Pulau Sebesi

Saat ini, kata dia, Kementerian Keuangan masih memonitor penyerapan anggaran tersebut. Untuk rincian lebih lanjutnya, sambungnya, akan disampaikan pada awal Januari 2019 nanti.

Secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah pun memprediksi penyerapan anggaran tahun 2018 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. "Saya kira (penyerapan anggaran 2018) relatif lebih baik dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Piter memperkirakan, penyerapan anggaran tahun 2018 bisa mencapai di atas 95%. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan penyerapan anggaran tahun 2017 yang sebesar 93%. "Secara nominal peningkatannya cukup besar. Secara persentase kecil dari 93% ke 95%," katanya.

Lebih lanjut, Piter menyampaikan bahwa secara keseluruhan kondisi fiskal tahun 2018 lebih baik dibandingkan 2017. Dari sisi penerimaan, kata dia, terjadi lonjakan yang signifikan khususnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Hingga November 2018 saja, realisasi PNBP telah mencapai Rp 350,86 triliun atau 127,39% dari target APBN 2018. Sementara, penerimaan pajak sudah mencapai 79,82%.

Dari sisi belanja, jelas Piter, juga terjadi perbaikan kinerja realisasi anggaran. Secara keseluruhan hingga November 2018 sudah mencapai 87% dari target. "Diperkirakan sampai akhir tahun akan bisa di atas 95%. Lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sampai November hanya 82%," katanya.

Jika melihat asumsi APBN 2018, menurutnya, inflasi hingga Desember diperkirakan akan berada di kisaran 3,2%. Persentase tersebut masuk dalam kisaran target Bank Indonesia dan pemerintah. "Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan hanya 5,16% atau tidak akan mencapai target pemerintah sebesar 5,2%," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya