Transformasi Perusahaan, Phapros Kini Tercatat di Pasar Modal 

Fetry Wuryasti
26/12/2018 14:25
Transformasi Perusahaan, Phapros Kini Tercatat di Pasar Modal 
(ANTARA)

PERUSAHAAN farmasi dan alat kesehatan nasional PT Phapros Tbk (PEHA) melakukan aksi korporasi dengan mencatatkan diri di bursa efek Indonesia (BEI). 

Anak Perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) mencatatkan 168 juta saham mereka yang telah dilakukan stok split 1:5 menjadi 840 juta saham untuk meningkatkan likuiditas. Harga penawaran ditetapkan pada Rp1.198 per saham.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan sebelumnya Phapros adalah perusahaan Tbk non listed di mana saham Phapros belum tercatatkan di Bursa Efek Indonesia, sehingga mekanisme jual beli saham selama ini melalui pasar konvensional.

“Hal tersebut mengakibatkan harga saham tidak memiliki standar dan patokan yang jelas. Dengan pencatatan saham di BEI harga saham Phapros kini terstandarisasi," ujar Sri Utami, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/12).

Emmy--sapaan akrabnya--menjelaskan keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan. Manajemen perseroan memutuskan untuk melantai di bursa pada akhir tahun ini seiring dengan kinerja perusahaan yang sedang tumbuh. Perusahaan dicatatkan sebagai perusahaan ke-57 di tahun 2018 yang melantai di pasar modal Indonesia.

Phapros ditempatkan pada papan pengembangan karena dicatatkan tanpa emisi saham dan emisi obligasi. Dengan demikian tidak ada dana yang dihimpun. 

 

Baca juga: Rupiah Melemah Jelang Tutup Tahun

 

Perusahaan baru membawa pemegang saham bertranformasi agar bisa terlibat aktif dengan cara yang nyaman dan terukur, meningkatkan market share value, serta menyempurnakan status mereka menjadi perusahaan terbuka tercatat.

Sebanyak 1.007 pemegang saham, dia akui belum memahami benar terkait menabung saham. Sehingga perlu sosialisasi, dimana 56,77%  saham mereka dimiliki RNI, yang sahamnya 100% dimiliki negara.

Dengan begitu sisanya 42,33% milik publik yang merupakan mitra strategis, mereka memiliki tujuan dan visi misi yang sama, untuk menciptakan produk kesehatan yang terbaik.

"Sehingga terlihat kesannya untuk hari pertama ini stagnan. Pemegang saham kami yang 1.007 itu mayoritas mendapatkan warisan saham ini dari keluarga mereka, sehingga dengan tercatat mereka bisa berubah dari script ke scriptless dan aktif dalam perdagangan saham ini. Diharapkan April kami bisa masuk dalam papan utama," ulasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya