Industri Wisata Tanjung Lesung Berharap Cepat Bangkit

Andhika Prasetyo
24/12/2018 19:35
Industri Wisata Tanjung Lesung Berharap Cepat Bangkit
( MI/Susanto)

BENCANA tsunami yang menerjang daratan di sekitar Selat Sunda melumpuhkan industri wisata di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

Diperkirakan, 30% bangunan di kawasan tersebut yang didominasi penginapan mengalami rusak berat.

Chairman PT Kawasan Industri Jababeka, induk perusahaan PT Banten West Java Tourism Development selaku pengelola kawasan, Setyono Djuandi Darmono, memperkirakan dibutuhkan biaya sebesar Rp150 miliar untuk memulihkan bangunan-bangunan yang rusak ke kondisi semula.

Sementara, 70% bangunan lainnya masih bertahan namun harus dilakukan sedikit perbaikan dan pembersihan.

Darmono menargetkan, kawasan bisa kembali pulih dan beroperasi normal pada awal tahun.

"Kami berharap hotel bisa beroperasi lagi 1 Januari karena banyak kamar yang sudah di-booking," ujar Darmono di Jakarta, Senin (24/12).

Adapun pihak hotel yang berada di kawasan berjanji untuk mengembalikan biaya yang telah dibayarkan calon pengunjung selama kegiatan wisata belum kembali pulih dan penginapan belum bisa ditempati.

Sebagai strategi ke depan, Darmono mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan promosi Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata kepada para investor.

"Tentu akan ada deal-deal khusus apakah sewa lebih murah dan lain sebagainya," tandasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya