Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CEO Freeport McMoran Richard Carl Adkerson merasa senang PT Inalum (persero) telah menyelesaikan transaksi dari divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Termasuk pemberian kepastian investasi dari pemerintah berupa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) 2020-2031 dan dapat ditambah sampai 10 tahun lagi atau 2041.
"Arti penyelesaian divestasi ini sangat luar biasa karena prosesnya kita ketahui sangat panjang, kemudian head of agreement (HoA) pada (12 Juli 2018) 18 bulan yang lalu. Situasi yang sangat kompleks, nego waktu yang lama, tetapi sekarang berhasil," terang Adkerson saat memberikan keterangan resmi perihal penyelesaian divestasi 51% saham PTFI oleh Inalum di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Jumat (21/12).
Menurut dia, transaksi pembayaran untuk menjadikan Inalum sebagai pemilik saham mayoritas PTFI telah selesai dengan transfer US$3,85 miliar atau setara Rp55,8 triliun oleh Inalum kepada Freeport McMoran selaku pemilik. Kemudian juga tanda lain yakni penyerahan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) selama 10 tahun untuk periode 2021 sampai 2031. Selain itu, menyangkut smelter yang telah menjadi kesepakatan akan dilaksanakan dengan batas waktu 5 tahun.
"Kemudian kami sekarang memiliki kejelasan, hak untuk beroperasi setelah 2021 yakni melalui IUPK, ketentuan perpajakan dan ketentuan lain di dalamnya memberi hak untuk operasi," paparnya.
Ia optimistis kemitraan Freeport McMoran dengan Inalum untuk mengurus PTFI memberikan banyak keuntungan. Kemudian setiap langkah dan aksi korporasi PTFI akan dimusyawarahkan bersama untuk memastikan kerja sama yang saling menguntungkan.
"Divestasi ini juga diharapkan memberi banyak manfaat untuk masyarakat Papua dan umumnya untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Inalum menyerahkan operasional PTFI seperti sebelumnya yakni para ahli pertambangan Freeport McMoran. Hal itu untuk memastikan produksi PTFI tidak terganggu terlebih ahli tambang yang menjadi operator saat ini memiliki pengalaman dan kualitas memadai.
"Operatornya siapa? Freeport McMoran the beset operator for undergorund mining," ujarnya.
Ia mengatakan operator atau yang akan mengeruk tambang PTFI masih diserahkan pada Freeport McMoran. Pasalnya, tenaga ahli Freeport McMoran memiliki kualitas terbaik dan dapat diandalkan untuk menjaga sampai meningkatkan produksi.
Apalagi, menurutnya, PTFI dan juga Freeport McMoran sudah menggali hampir ratusan kilometer tambang yang ada di Papua sana. Bahkan menurutnya, penggalian yang dilakukan PTFI selama ini sudah hampir menyamai ruas tol yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini.
"Ini tambang terumit di Dunia. Pak Tony Wenas dan Pak Richard sudah gali 300 kilometer dan akan tambah lagi," ucapnya.
Meskipun begitu lanjut Budi, bukan berarti PTFI akan menjadi operator selamanya, sebab pihaknya membuka kemungkinan kepada enginer dalam negeri untuk menjadi operator dari tambang emas di Papua tersebut. Namun untuk saat ini, proses pengerukan tambang masih akan dipimpin oleh pihak Freeport McMoran sambil didampingi oleh tenaga enginer dalam negeri.
Budi berharap dengan begitu ada transfer ilmu dari pihak Freeport McMoran kepada tenaga muda Indonesia. Sehingga di masa mendatang, tambang emas yang saat ini dikelola oleh PTFI bisa dikelola oleh tenaga-tenaga muda dalam negeri.
"Saya sangat menghargai dan sangat yakin engineer Indonesia bisa. Tapi orang Indonesia enggak pernah sombong. Orang Indonesia tau kita b isa tapi kita perlu belajar . Ini kesempatan besar un tuk besar sehingga putra-putri Indonesia bisa belajar," pungkasnya.
Pengesahan divestasi ini ditandai melalui pelunasan transaksi senilai US$3,85 miliar atau setara Rp55,8 triliun oleh Inalum kepada Freeport McMoran selaku pemilik. Kemudian juga tanda lain yakni penyerahan IUPK selama 10 tahun untuk periode 2021 sampai 2031.
Itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot Ariyono kepada Direktur Utama PTFI disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama Inalum Budi G Sadikin, dan CEO FCX Richard Adkerson, serta Direktur Utama PTFI Tony Wenas di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved