PT SMI Tetap Kumpulkan Data Potensi Geotermal di NTT

Henri Siagian
21/12/2018 22:22
PT SMI Tetap Kumpulkan Data Potensi Geotermal di NTT
(Antara)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) memastikan melanjutkan proses pengumpulan data dan informasi terkait potensi energi panas bumi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Nusa Tenggara Timur.

Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Jumat (21/12), menjelaskan fokus PT SMI dalam mewujudkan keberlanjutan kehidupan sosial dan lingkungan juga diimplementasikan salah satunya dalam mendukung pengembangan potensi energi panas bumi di Desa Wae Sano. “Dari pengumpulqn data dan informasi itu dapat digunakan dalam rangka pengambilan keputusan lebih lanjut bila akan dikembangkan.”

Dalam pengumpulan data dan informasi terkait potensi energi panas bumi tersebut, lanjut dia, PT SMI selalu memerhatikan keberlanjutan aspek sosial-ekonomi dari masyarakat sekitar. Termasuk, dalam menjaga potensi pertanian dan pariwisata yang menjadi tumpuan hidup masyarakat.

Dari kegiatan itu, sambung dia, diharapkan tidak hanya dapat memberikan gambaran atas potensi energi panas bumi tetapi juga akan memastikan potensi energi panas bumi tersebut dikembangkan untuk menyediakan pasokan listrik, akan timbul sejumlah manfaat positif bagi masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas pertanian dan pengembangan sektor pariwisata lokal khususnya pariwisata keindahan Danau Sano Nggoang.

Saat ini, lanjut dia, pelaksananan kegiatan yang dilakukan oleh PT SMI adalah dalam tahap persiapan, perizinan, dan dialog dengan sejumlah pihak terkait termasuk masyarakat sekitar. PT SMI telah dan terus berupaya melibatkan peran aktif masyarakat melalui berbagai bentuk aktivitas, seperti sosialisasi dan konsultasi publik (telah dilakukan sebanyak enam kali sosialisasi) kepada masyarakat sekitar dan tokoh masyarakat. "Belum ada aktivitas penambangan," ujar dia.

Selain itu, pelaksanaan studi banding ke wilayah pembangkit listrik lain di Indonesia serta berbagai aktivitas lainnya yang melibatkan peran aktif masyarakat.

Dalam kegiatan ini, PT SMI juga berupaya memberikan manfaat nyata kepada lingkungan dan masyarakat sekitar seperti perbaikan jalan akses yang dapat digunakan untuk pengembangan pariwisata, program pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, serta mendukung penerbitan sertifikat atas lahan masyarakat yang digunakan.

Meski demikian, imbuh dia, PT SMI senantiasa terbuka atas berbagai masukan, pertimbangan, dan kepedulian dari pemangku kepentingan termasuk masyarakat sekitar atas pelaksanaan kegiatan. Oleh karenanya, PT SMI berharap dapat terjadinya proses dialog dan komunikasi terbuka yang baik sehingga dapat mendapatkan solusi atas hal-hal yang menjadi kepedulian masyarakat.

“Sehingga kami justru akan terus membuka dialog dengan kelompok masyarakat,” kata dia.

Secara umum, pengembangan potensi energi panas bumi memerlukan adanya konservasi lingkungan seperti kawasan hutan untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan potensi energi panas bumi tersebut. Energi panas bumi merupakan energi ramah lingkungan karena pada proses produksinya tidak menggunakan bahan bakar fosil dan juga tidak akan menimbulkan emisi gas rumah kaca yang membahayakan lingkungan.

PT SMI selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senantiasa mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, khususnya memfokuskan terhadap keberlanjutan kehidupan sosial dan lingkungan di proyek di mana PT SMI mendukung penyiapan dan pembiayaan proyek. Hal ini dilakukan melalui penerapan Elemen-elemen Perlindungan Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Safeguards-ESS) di setiap proyek infrastruktur yang disiapkan dan/ atau dibiayai oleh PT SMI.

(Baca juga: Memikirkan Hingga Persoalan Nyamuk)

Adapun sejumlah warga Kampung Nunang, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berunjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Mereka menolak pengeboran panas bumi di wilayahnya, karena merusak ekosistem yang ada di sana. (A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya