Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi mengenai peningkatan ekspor. Terkait itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pihaknya akan mempercepat penyelesaian sejumlah perjanjian dagang internasional yang masih dalam rencana.
"Kita akan lakukan speed up berbagai perjanjian lain yang on the pipeline," kata Enggar usai rakor di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/12). Belum rampungnya perjanjian tersebut, kata Enggar, berdampak pada pengenaan bea masuk yang tinggi bagi produk ekspor Indonesia.
Baca juga: Tol Trans Jawa Diharapkan Kurangi Kemacetan di Pantura
Perjanjian dagang yang akan diselesaikan antara lain dengan Mozambique, Tunisia, Maroko, EU CEPA dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). "Dua besar yang terakhir ini tidak mudah, tapi kita harus segera selesaikan. Kalau dua besar ini sudah, kalau RCEP bisa kita selesaikan tahun depan, hampir 50% dari total populasi dunia ada di regional ini," katanya.
Indonesia sebagai country coordinator RCEP, kata Enggar, akan menjembatani perbedaan-perbedaan di antara 16 negara peserta RCEP. "Itu kan tidak mudah, apalagi mereka yang belum pernah ada FTA. Tapi tahun depan kita upayakan selesai," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa upaya untuk menggenjot ekspor adalah dengan memberikan insentif. Ia pun mencontohkan di bidang otomotif. "Karena otomotif punya kapasitas untuk membuat demand, ya masalah PPnBM ini yang mesti diselesaikan," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan mendorong industri menengah untuk bisa menggenjot ekspor. "Misalnya daur ulang plastik, itu kan orientasi ekspor dan butuh material daur ulang. Nah, itu perlu kita dorong karena itu cepat," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved