Lima Bandara Baru bakal Diresmikan 2019

Cahya Mulyana
20/12/2018 23:45
Lima Bandara Baru bakal Diresmikan 2019
(MI/Nurul)

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan tahun ini sebanyak tiga bandara baru telah beroperasi serta 24 bandara di kawasan perbatasan dan 48 bandara di wilayah rawan bencana direvitalisasi.

Ketiga bandara baru yang beroperasi ialah Bandara Kertajati di Jawa Barat, Samarinda Baru di Kalimantan Timur, serta Tebelian di Kalimantan Barat.

“Kemudian kami telah bangun serta diharapkan selesai pada 2019 sebanyak lima bandara baru, yakni Siau (Sulawesi Utara), Tambelan (Kepulauan Riau), Muara Teweh (Kalimantan Tengah), Buntukunik (Sulawesi Selatan), dan Pantar (Nusa Tenggara Timur),” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti pada pemaparan capaian kerja, outlook, dan penanganan angkutan Natal dan Tahun Baru, di Jakarta, Kamis (20/12).

Dia menyampaikan pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, konektivitas transportasi udara terus ditingkatkan. Pada 2015 sebanyak dua bandara baru dibangun dan beroperasi, yakni bandara di Anam­bas dan Namniwel. Kemudian pada 2016 terdapat dua bandara baru, yakni Morowali dan Miangas, dan pada 2017 terdapat tiga bandara baru, yakni Bandara Werur, Maratua, dan Korway Batu.

Ia menambahkan, pemeliharaan dan pengembangan bandara mulai 2015 sampai 2017 di wilayah perbatasan telah dilakukan pada 103 bandara. Kemudian tahun ini pihaknya sudah melakukan pemeliharaan dan pengembangan pada 24 bandara di perbatasan.

Sementara itu, total pengembangan landasan pacu mulai 2015 sampai 2018 terealisasi di 109 bandara. Pemeliharaan dan pengembangan bandara di wilayah rawan bencana sejak 2015 sampai 2018 terealisasi di 238 bandara. “Sejak 2015 sampai 2018 kami juga melakukan pemeliharaan dan pengembangan bandara pada daerah terisolasi, yakni di 194 bandara,” katanya.

Polana menambahkan, fasilitas yang juga segera diresmikan Presiden Jokowi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, yakni Bandara Morowali, serta empat terminal baru di Bandara Syukur­an Aminuddin Amir Luwuk, Lagaligo Bua Luwu, H Aroeppala Selayar, dan Betoambari Bau Bau. “Kelima fasilitas itu siap diresmikan,” pungkasnya.

OTP membaik
Pada kesempatan itu, Polana menjelaskan on time performance (OTP) atau kinerja ketepatan waktu angkutan udara semakin baik dengan nilai rata-rata 80,43% mulai 2014 sampai 2017.

OTP angkutan haji juga mengalami pertumbuhan menggembirakan. Rata-rata OTP Garuda sejak 2014 sampai 2018 untuk angkutan haji mencapai 96% untuk keberangkatan, sedangkan kepulangan lebih rendah, yakni 80%, karena adanya persoalan manajemen di Jeddah. Maskapai Saudi Arabian rata-rata untuk keberangkatan 93% dan kepulangan 89%.

Sementara itu, General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama menambahkan, mulai kemarin hingga 6 Januari 2019 pihaknya akan membuka posko Natal dan Tahun Baru 2019.

“PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menambah 30 penerbangan setiap hari dari tujuh maskapai dalam mengantisipasi lonjakan penumpang selama liburan Natal dan Tahun Baru 2019,” ungkap Agus seperti dikutip dari Antara, kemarin. (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya