Ekspansi Sawit Ancam Pertanian

(DY/N-3)
20/12/2018 01:30
Ekspansi Sawit Ancam Pertanian
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

KAWASAN lahan pertanian di Kalimantan Selatan kian tergerus akibat alih fungsi lahan pertanian untuk berbagai kepentingan, termasuk ekspansi perkebunan sawit. Di Kabupaten Banjar, warga Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, mengeluhkan dugaan pencemaran limbah dari perkebunan sawit yang merusak lahan pertanian.

Supian, warga Desa Tajau Landung, kemarin, mengatakan kasus ini sudah dilaporkan langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke desa tersebut. Sebelumnya, masalah ini telah dilaporkan kepada Pemkab Banjar namun belum ada tanggapan.

Dugaan pencemaran dari aktivitas perkebunan sawit yang berada dekat lahan persawahan warga ini terlihat sejak masuknya perkebunan sawit tiga tahun lalu, tingkat keasaman air sungai semakin tinggi dan berimbas pada menurunnya produktivitas hasil panen padi warga.
“Padi memang tak ada yang mati. Namun, air su-ngai menjadi asam dan hasil panen menurun. Kami menduga air limbah kebun sawit dibuang ke sungai,” ujar Supian.

Bupati Banjar Khalilurrahman, mengakui semakin berkurangnya lahan pertanian di wilayahnya. Alih fungsi lahan pertanian untuk berbagai kepentingan seperti permukiman, perkantoran, dan industri. Pihaknya juga telah menerima laporan warga terkait dugaan pencemaran dari perkebunan sawit terhadap lahan pertanian warga.

Tim dari Badan Lingkung-an Hidup Daerah (BLHD) Banjar, jelas Bupati, sudah ke lapangan dan mengambil sampel air yang diduga tercemar di Desa Tajau Landung.

Namun, warga hingga kini belum mengetahui hasil penelitian pengecekan ­lapangan dugaan pencemar-an tersebut. Supian mengatakan saat ini warga takut mengonsumsi air sungai karena kadar asam yang tinggi tersebut.  

Padahal, Mentan Amran meminta agar pencemar sungai ditindak tegas. Sebab, Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah sentra pertanian tanaman pangan utama di Kalsel. (DY/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya