Pasokan Listrik semakin Andal

Nur Aivanni
20/12/2018 00:45
Pasokan Listrik semakin Andal
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawa)

PEMBANGUNAN proyek terintegrasi infrastruktur gas dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa-1 resmi dimulai. Peletakan batu pertama proyek yang berlokasi di Desa Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (19/12).

Proyek tersebut nantinya memiliki kapasitas hingga 1.760 Mw dengan memanfaatkan 400 juta kaki kubik liquefied natural gas (LNG) per hari yang dikirim langsung dari Lapangan Gas Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat.

PLTGU Jawa-1 merupakan salah satu pembangkit listrik penting yang akan menopang keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Selain itu, PLTGU Jawa1 akan menjadi pembangkit listrik terintegrasi pertama di Asia dan terbesar di Asia Tenggara yang menggabungkan bisnis LNG dan bisnis independent power producer (IPP).

“Kita patut bersyukur dengan proyek yang penting dan membanggakan yakni PLTGU Jawa-1 atau yang lebih sering disebut proyek IPP PLTGU Jawa1. Ini merupakan pembangkit listrik terintegrasi pertama di Asia dan terbesar di Asia Tenggara,” kata Darmin.

Ia pun menjelaskan pemerintah telah menetapkan proyek PLTGU Jawa-1 ini tidak hanya sebagai Proyek Strategis Nasional, tetapi juga sebagai proyek prioritas dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

“Oleh sebab itu, KPPIP mendukung penuh percepatan penyelesaian pembangunannya dengan memfasilitasi penyelesaian kesesuaian tata ruang, proses pengadaan lahan, dan penerbitan perizinan yang dibutuhkan,” terangnya.

Untuk diketahui, PLTGU Jawa-1 ini melibatkan lebih dari 20 perusahaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dengan nilai investasi kurang lebih US$1,8 miliar (sekitar Rp26 triliun). Proyek ini akan menciptakan multiplier effect yang sangat luas bagi perekonomian wilayah Karawang, Bekasi, dan sekitarnya. Salah satunya ialah penyerapan tenaga kerja yang mencapai 5.000 orang pada masa konstruksi dan sekitar 200 orang pada masa operasi.

Darmin pun mendorong agar pembangunan proyek-proyek strategis semacam itu dilanjutkan lewat pembangunan infrastruktur strategis lainnya di seluruh Indonesia dengan kualitas, profesionalisme, dan kecepatan tinggi.

Energi bersih
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati mengatakan pembangkit listrik dari gas merupakan salah satu langkah mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan komposisi energi bersih sampai 2025.

“Proyek ini merupakan bagian dari komitmen dan kolaborasi BUMN besar Indonesia, Pertamina dan PLN, untuk memberikan solusi LNG to power guna menghasilkan energi bersih dan terjangkau dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Pembangkit listrik dengan teknologi combined-cycle Jawa-1 yang ditargetkan selesai September 2021 ini merupakan bagian dari program listrik 35.000 Mw. Pasokan akan disalurkan melalui jaringan listrik nasional Jawa-Bali milik PLN. Pembangkit ini diharapkan bisa menambah pasokan listrik untuk 11 juta pelanggan. “Dengan tarif yang efisien, PLN berpotensi menghemat sebesar Rp43 triliun,” ungkap Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya