The Fed Melunak, Rupiah Menguat

(Try/E-2)
19/12/2018 01:00
The Fed Melunak, Rupiah Menguat
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PERGERAKAN nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada kemarin sore menguat 70 poin ke posisi 14.511 dari sebelumnya 14.581 per dolar AS. Bahkan, pada siang kemarin rupiah sempat menyentuh 14.480.

Ada sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal, yang meme-nga­ruhi pergerakan rupiah. Dari sisi eks­ternal, menurut analis CSA Research Institute Reza Priyambada, penguatan rupiah dipicu ekspektasi pasar terhadap The Fed (bank sentral AS) yang cenderung menunda kenaikan suku bunga pada 2019 mendatang. “Dolar AS melemah karena spekulasi pelaku pasar bahwa kebijakan suku bunga The Fed tidak agresif pada tahun ini,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan spekulasi pasar itu juga seiring dengan imbas perlambatan ekonomi dunia akibat perang dagang serta ketidakpastian kondisi ekonomi di Uni Eropa. Di sisi lain, lanjut dia, kemungkinan sentimen negatif dari defisit neraca perdagangan Indonesia pada November cenderung mulai mereda.

Seperti halnya Reza, pendapat senada dikatakan analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail. “Jelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini, ekspektasi pasar semakin kuat bahwa The Fed akan memberikan arah kebijakan moneter yang kurang agresif atau dovish pada 2019 menyusul melambatnya pertumbuhan ekonomi AS.”

Kemarin pagi, Bank Indonesia (BI) membuka lelang domestik non-deliverable forward (DNDF) dengan metode fixed rate tender selama 15 menit. DNDF merupakan transaksi derivatif valas forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang rupiah.

“Selalu hadirnya BI di pasar DNDF menjadikan kurs NDF yang diperdagangkan di pasar luar negeri tidak terlalu liar,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah, kemarin. (Try/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya