Jepang Lirik Pasar Properti Indonesia

Andhika Prasetyo
19/12/2018 01:15
Jepang Lirik Pasar Properti Indonesia
(MI/ADAM DWI )

HANKYU Hanshin Property (HHP), perusahaan kenamaan asal Jepang, kemarin resmi menjalin kerja sama dengan PT Plaza ­Indonesia Realty (PIR). Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyaksikan langsung penandatangan tersebut mengungkapkan, terjalinnya kemit-raan baru itu membuktikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tengah dalam performa yang baik.

“Ini bagus. Menunjukkan Indonesia masih terus menjadi negara tujuan. Investor asing pun percaya dengan situasi di Indonesia,” ujar Enggar.

Daya tarik Indonesia yang sangat kuat juga terlihat dari tercapainya kesepakatan Indonesia European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) pada Minggu (16/12) lalu.

“Itu sudah 8 tahun berlangsung dan akhirnya bisa selesai tahun ini. Mereka sangat semangat untuk bisa masuk dan investasi di Indonesia,” tuturnya. Jadi, sambungnya, bukan sebuah hal yang mengejutkan jika banyak investor luar negeri terus datang untuk menyatakan kesiapan kerja sama walaupun sudah menjelang akhir tahun.

Tujuan utama kerja sama antara PIR dan HHP ialah untuk melaksanakan riset di industri properti. Keduanya akan mempelajari berbagai situasi di sektor tersebut sebelum akhirnya mengimplementasikan pembangunan secara nyata.

Executive Vice President HHP Yusuke Kusu menyatakan, dalam kesempatan kerja sama kali ini prioritas utama yang ingin dicapai ialah untuk menggali lebih banyak informasi tentang pasar dan manajemen properti di Tanah Air.

“Ini akan menjadi permulaan untuk investasi besar ke depannya,” ucap Yusuke.

HHP merupakan korporasi terkenal di Jepang dalam pembangunan properti, terutama dengam skema transit oriented development (TOD). Mereka melihat Indonesia yang saat ini sedang membangun infrastruktur secara masif sebagai pasar potensial bagi bisnis properti.

Sharing knowledge
President Director PIR Rosano Barack merasa sangat beruntung karena memiliki kesempatan berkolaborasi dengan HHP walaupun saat ini masih dalam masa penjajakan.

“Saat ini kami masih dalam tahap pembelajaran, sharing knowledge. Apa yang baik untuk diterapkan HHP di sini dan sebaliknya,” papar Rosano.

Proses itu ditargetkan tidak akan berjalan lebih dari satu tahun sehingga pada awal 2020 sudah dapat diputuskan realisasi kerja sama properti seperti apa yang akan dilakukan. “Kami tidak akan menutup diri terhadap kemungkinan yang ada. Skema apa saja sangat mungkin dijalankan seperti residensial, TOD, dan yang lainnya,” lanjutnya.

Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rachmat Gobel memaklumi langkah penjajakan yang diambil kedua belah pihak terlebih dulu.

“Membangun kan ada langkah-langkahnya, tidak bisa besok langsung jadi,” jelas Gobel.

Kendati masih dalam tahap perkenalan, ia meyakini Jepang sudah memiliki catatan tersendiri terkait potensi pasar di Tanah Air. “Jepang melihat Indonesia sebagai pasar yang terus bertumbuh. Kalau mereka saja melihat seperti itu, kita harusnya lebih optimistis,” tandasnya. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya