Besarkan Bank Mantap, Mandiri dan Taspen Injeksi Modal

Fetry Wuryasti
18/12/2018 13:50
Besarkan Bank Mantap, Mandiri dan Taspen Injeksi Modal
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PT Bank Mandiri (persero) Tbk dan PT Taspen (persero) bersinergi untuk memperkuat struktur permodalan Bank Mantap dengan penambahan modal sebesar Rp500 miliar. Langkah ini merupakan salah satu sinergi BUMN yang dapat memperkuat posisi Bank Mantap sebagai bank pensiunan terbesar di Indonesia.

Penambahan modal ini dibutuhkan untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis Bank Mantap yang sangat pesat, di mana aset tumbuh hingga 85% dengan Non Performing Loan (NPL) terjaga di sekitar 0,7%.

“Penguatan modal ini dapat meningkatkan size Bank Mantap yang saat ini masuk ke bank BUKU II. Ke depan juga diharapkan akan mampu menggarap pasar pensiunan yang lebih luas dan meningkatkan kualitas layanan kepada para pensiunan,” kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto, di Jakarta, Selasa (18/12).

Dari total suntikan modal tersebut, Bank Mandiri mengucurkan dana sebesar Rp255 Miliar dan Taspen sebesar Rp242 Miliar. Penguatan sinergi Bank Mandiri dan Taspen ini akan memperkuat struktur permodalan Bank Mantap, sehingga dapat meningkatkan nilai kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Pada saat bersamaan, komposisi kepemilikan di Bank Mantap akan berubah menjadi 51,077% Bank Mandiri dan 48,416% Taspen. Perubahan komposisi kepemilikan ini diharapkan akan memperkuat komitmen dari kedua belah Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk terus memajukan Bank Mantap.

Dengan aksi korporasi ini, Bank Mandiri dan Taspen berharap Bank Mantap dapat menjadi pemimpin di segmen pensiunan, melayani para pensiunan dengan layanan terbaik.

 

Baca juga: Angkasa Pura I Raih Pendanaan Rp5 Triliun

 

Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro, mengatakan tujuan Taspen masuk juga karena Bank Mantap tumbuh bagus, dan diharapkan dapat menghasilkan deviden tinggi .

Tiap bulan,Taspen menyalurkan dana pensiunan kurang lebih Rp7 triliun. Di dalamnya ada potensi tabungan. Tidak menutup mata bahwa pensiunan kadangkala membutuhkan dana bersifat jangka pendek dan segera, maka instrumen bank yang bisa mereka andalkan.

"Kalau Taspen mendapat dividen tinggi, yang diuntungkan juga pensiunan. Harapan kami kesejahteraan para pensiunan meningkat. Kesejahteraan meningkat, instrumennya antara lain melalui bank, yang melayani, memberikan pinjaman. Kami ingin agar Bank Mantap berikan pelayanan baik dan bunga pinjaman turun. Agar muncul pensiunan-pensiunan yang berwirausaha," paparnya.

Sebelumnya dalam keterbukaan pasar modal, disebutkan terjadi transaksi penjualan dan pengalihan oleh Bank Mandiri kepada PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) atas 114.292.502 saham milik Perseroan di Bank Mantap, yang mewakili 8,39% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor di Bank Mantap.

Transaksi dilangsungkan pada tanggal 14 Desember 2018, dengan total harga jual beli sebesar  Rp404, 48 miliar, berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 33, tanggal 14 Desember 2018, dibuat di hadapan I Gusti Ngurah Putra Wijaya, SH, Notaris di Denpasar, antara Perseroan dan Taspen.

Dijelaskam Lantarto, Bank Mandiri membantu Taspen meningkatkan perannya dengan masuk memperbesar porsi di Bank Mantap. Lalu Taspen sendiri juga dalam sisa 10 hari kerja 2018 akan melakukan right issue sebesar Rp241 miliar.

"Jadi kita perjelas dulu. Ini ada dua aksi. Pertama Bank Mandiri bantu Taspen tingkatkan perannya. Ke dua ada right issue Rp241 miliar. Jadi angka Rp404 miliar itu berdua," tambah Iqbal.

Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso, mengatakan dengan suntikan modal ini, mereka menargetkan kredit tumbuh 40%. Dengan adanya peningkatan porsi kepemilikan tersebut, diharapkan terdapat peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan program pembiayaan perumahan untuk ASN dan kredit pensiunan sampai usia 75 tahun oleh Bank Mantap.

"Diharapkan kredit tumbuh 40%. Tahun ini pun sudah di atas 50%. Mayoritss 90% disalurkan ke pensiunan. Dengan penambahan modal ini, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mantap mencapai 19,83% dan dapat mendukung rencana ekspansi bisnis dan layananperseroan terutama di sektor digital serta penambahan jumlah jaringan kantor pada tahun 2019,” ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya