Aplikasi Hippi Solusi bagi UMKM di Indonesia

Micom
17/12/2018 10:15
Aplikasi Hippi Solusi bagi UMKM di Indonesia
(Ist)

DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Jakarta Pusat segera meluncurkan aplikasi bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

Menurut Ketua Hippi Jakarta Pusat, Aldy Prastianto, aplikasi berbasis android ini diklaim sebagai aplikasi yang mampu memberikan berbagai peluang kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha mereka di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat ekonomi ASEAN ke depan.

"Aplikasi Hippi ini diciptakan untuk menunjang para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan MEA di 2020 mendatang," ujar Aldy dalam keterangannya, Senin (17/12).

Seperti halnya aplikasi yang kini telah banyak beredar, Hippi Apps ini dapat digunakan untuk berbagai transaksi elektronik seperti pembelian pulsa, token listrik, pemesanan tiket kereta, pemesanan tiket pesawat, pembayaran tagihan listrik, pembayaran tagihan air, pembayaran BPJS kesehatan, dan berbagai transaksi elektronik lainnya.

Namun, berbeda dengan aplikasi sejenis yang telah lebih dulu diluncurkan oleh berbagai platform aplikasi yang ada di Indonesia, Hippi Apps ini juga diklaim dapat membuka akses pasar yang seluas-luasnya bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka karena Hippi Apps juga memiliki fitur e-commerce yang dapat menjadi wadah penampung bagi berbagai produk UMKM.

Selain memiliki fitur e-commerce, keunggulan lain aplikasi ini ialah adanya akses permodalan di luar perbankan serta informasi peluang bisnis yang disediakan dan bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM pengguna aplikasi, terutama anggota Hippi terdaftar.

Akses permodalan serta peluang bisnis ini berisi daftar pemodal yang merupakan mitra Hippi yang siap memberikan bantuan permodalan kepada para UMKM dengan sistem tersendiri di luar perbankan.

Aldy mengungkapkan bahwa pihaknya meluncurkan aplikasi ini selain untuk mendorong masyarakat agar dapat berwirausaha, juga melihat kenyataan bahwa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 serta MEA di 2020 mendatang baru 3,74% dari 60 juta pelaku UMKM di Indonesia yang sudah memanfaatkan digitalisasi dalam memasarkan produk mereka.

"Baru 3,74% dari 60 juta UMKM di Indonesia yang menggunakan digitalisasi dalam memasarkan produknya sehingga kita terdorong untuk membuat dan meluncurkan aplikasi ini agar dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan MEA di 2020 mendatang kita tidak hanya sebagai penonton tetapi sebagai pelaku," ungkapnya.

Pengusaha muda kelahiran Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ini juga mengatakan bahwa beberapa perusahaan telah bekerja sama dengannya dalam melengkapi fitur-fitur yang ada dalam aplikasi tersebut, salah satunya untuk pengiriman produk-produk UMKM yang ada dalam aplikasi pihaknya telah menggandeng Go-Jek, sehingga untuk pengiriman dalam maupun luar kota dapat dengan mudah dijangkau.

"Untuk pengiriman kita sudah menggandeng Go-Jek untuk pengiriman berbagai produk UMKM yang dipesan melalui Hippi Apps, jadi dalam maupun luar kota bisa kita jangkau," katanya.

Ke depan, Aldy berharap aplikasi yang direncanakan diluncurkan pada awal 2019 ini dapat digunakan oleh seluruh UMKM yang ada di Indonesia. Meski demikian, untuk awal dirinya menargetkan 10% dari seluruh UMKM dapat memanfaatkan aplikasi besutannya ini. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya