Jonan Apresiasi Tim ESDM Siaga Bencana Sulteng

Cahya Mulyana
17/12/2018 14:46
Jonan Apresiasi Tim ESDM Siaga Bencana Sulteng
(MI/PANCA SYURKANI)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memberikan penghargaan kepada Tim ESDM Siaga Bencana yang penuh dedikasi dalam mengevakuasi sampai memulihkan kondisi Sulawesi Tengah. Penanganan pascabencana terus dilakukan oleh Tim ESDM Siaga Bencana hingga saat ini, termasuk pemulihan dan penyediaan air bersih.

“Terima kasih atas bantuan semua stakeholder, terima kasih juga kepada tim PLN dan Pertamina yang bisa memulihkan layanannya dengan waktu singkat. Saya berpesan kepada Badan Usaha untuk turut melestarikan lingkungan di lingkungannya masing-masing, menjaga lereng dan sebagainya untuk mengurangi potensi bencana,” ujar Jonan saat memberikan sambutan acara pemberikan penghargaan Tim ESDM Siaga Bencana tsunami, gempa bumi, dan likuefaksi Sulawesi Tengah dari 120 perusahaan sektor pertambangan dan migas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/12).

Baca juga: Pemerintah Kurang Perhatikan Sektor Hulu Industri Teh

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 120 perusahaan yang begabung dalam Tim ESDM Siaga Bencana dalam melakukan kegiatan penyelamatan, pelayanan medis, penyaluran logistik, pengeboran sumur air bersih, dan pemulihan infastruktur, yang diterjunkan 1 Oktober hingga 30 November 2018. Selanjutnya, bagi setiap pemerintah daerah yang menerbitkan Zonasi Tata Ruang dan juga IMB, Jonan mengimbau, untuk dapat berkonsultasi dengan Badan Geologi terlebih dahulu.

“Badan Geologi telah memetakan mana lokasi yang layak dihuni dan mana yang tidak layak karena memiliki potensi kebencanaan yang tinggi, termasuk penelitian yang telah dilakukan di area liquifaksi (pada bencana Sulawesi Tengah silam),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNPB, Willem Rampangile,i mengapresiasi Tim ESDM Siaga Bencana yang selalu hadir maksimal 2 x 24 jam pascakejadian.  Kementerian ESDM juga menjadi contoh bagaimana pemerintah dan perusahaan berkolaborasi.

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Satry Nugraha melaporkan Tim ESDM Siaga Bencana ini merupakan gabungan ERT yang berasal dari 65 perusahaan yang dikoordinasikan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Sebanyak 65 tim diturunkan, 45 unit alat berat diterjunkan terdiri dari excavator, dozer, low boy, rock breaker, dump truck, crane, tower lamp, fuel truck, dan water. Tim ERT yang hadir dengan total sejumlah 855 orang, terdiri dari rescue, operator, support, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog.

Dalam rangka memudahkan koordinasi antar tim dan mobilisasi alat-alat berat, maka ditetapkan Posko Utama Tim ESDM Siaga Bencana di depan Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, jalan Prof. Mohammad Yamin, Desa Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan.

Menurut dia, tim telah berhasil menyelamatkan 1 korban dalam kondisi hidup di reruntuhan Hotel Roa-Roa dengan posisi korban dalam keadaan terjepit reruntuhan. Tim ESDM Siaga Bencana telah melakukan evakuasi dengan total jenazah yang dievakuasi sebanyak 220 jenazah.

Baca juga: Komoditas RI Bebas Bea Masuk ke Empat Negara Eropa

"Penanganan kesehatan dan pelayanan medis telah dilakukan di 33 lokasi terhadap 13.126 orang yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Penanganan kesehatan atau pelayanan medis telah dilakukan," ujarnya.

Satry menjelaskan, penanganan air bersih juga dilakukan tim dengan membuat sumur bor sebanyak 40 lokasi. Kemudian juga melakukan survei geologi untuk pembuatan Peta Zonasi Rawan Bencana yang akan menjadi dasar untuk pelaksanaan Rehab Rekon wilayah Palu.

Survei tersebut meliputi survei kegempaan mikrozonasi, survei struktur geologi dan Sesar Palu, pengukuran Ground Penetration Radar (GPR), survei likuifaksi dan gerakan tanah. Peta ini dimaksudkan untuk dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana, khususnya untuk daerah Palu–Donggala Barat.

"Sebanyak 51 perusahaan dan perorangan sebanyak 862 orang telah memberikan kontribusi bantuan logistik, berupa kebutuhan hidup sementara di pengungsian, obat-obatan, tenda untuk kebutuhan sekolah, alat pengelolaan air bersih bagi 22.524 warga, dan lain-lain yang disalurkan melalui koordinasi dengan BNPB dan Korem 132 Tadulako," paparnya

Ia mengatakan, tim dengan cepat ikut membantu melakukan kegiatan pemulihan infrastruktur. Kegiatan ini diprioritaskan pada pembersihan, pembukaan akses jalan, perobohan gedung, dan lain-lain untuk fasilitas umum dengan menyediakan alat berat, operator dan tim rescue. Pemulihan tersebut dilakukan di daerah Petobo seluas 40 ha.

"Meskipun status keadaan darurat dihentikan pada tanggal 26 Oktober 2018, Tim ESDM Siaga Bencana tetap berkontribusi pada masa transisi menuju pemulihan dengan melakukan kegiatan pemulihan di Balaroa seluas 90 ha, dengan menurunkan 15 unit alat berat dan 20 orang operator,"pungkasnya. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya