Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) menyebutkan selama Festival Ekonomi Syariah Indonesia (Indonesia Sharia Economic Festival/ ISEF) 2018 terjadi kesepakatan bisnis para pelaku ekonomi keuangan syariah senilai Rp6,75 triliun.
Berdasarkan data yang dilansir BI selaku penyelenggara ISEF 2018, terdapat 14 pelaku usaha atau lembaga keuangan yang berhasil menjalin kesepakatan bisnis, seperti transaksi jual beli atau penyaluran pinjaman. Namun, jumlah transaksi itu belum bersifat final dan masih bisa bertambah.
Bukan hanya pelaku ekonomi syariah domestik yang menjalin kesepakatan bisnis, melainkan juga mancanegara.
Beberapa kesepakatan bisnis yang dicapai ialah kerja sama kemandirian ekonomi melalui usaha konveksi dari Prisma Gruop kepada Pondok Pesan tren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, senilai Rp3,3 miliar.
Kemudian, Bank BJB Syariah menyalurkan pembiayaan ke 15 debitur Rp517 miliar.
Pembeli dari Malaysia, Yusma Family Tranding, menyepakati pembelian senilai Rp3 miliar kepada UD Dua Dewi untuk pembelian produk makanan hasil produksi forum IKM Jember.
PT Aeon Indonesia menyepakati pembelian produk pertanian dengan Pondok Pesantren Al-Ittifaq Kabupaten Bandung sebesar Rp3,36 miliar.
PT Food Stasion Tjipinang Jaya Jakarta menyepakati kerja sama pengadaan beras dengan UD Sahabat Tani Sidoarjo senilai Rp13 mili-ar dan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap senilai Rp20 miliar.
Javara Jakarta bekerja sama untuk pengadaan beras organik dengan PT Sirtanio Organik Indonesia Jember senilai Rp665 juta.
Selain itu, sejumlah perbankan syariah, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Mega Syariah, BPD Aceh, dan BPD Jatim Unit Usaha Syariah, menandatangani sindikasi pembiayaan perbankan syariah untuk infrastruktur tol kepada PT Jakarta Toll Road Development senilai Rp2 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan Bank Sentral berfokus kepada tiga pilar agar industri ekonomi syariah terus
berkembang. Ketiga pilar itu ialah, pertama, pemberdayaan ekonomi berbasis syariah seperti kemandirian ekonomi pesantren.
Kedua, pengembangan sektor keuangan syariah. Ketiga, edukasi dan kampanye mengenai ekonomi keuangan syariah.
“Sulit kalau kembangkan instrumen syariah saja, tapi tidak memberdayakan ekonominya. Untuk itu, komitmen kami membentuk halal value
chain. Komoditas yang kami kembangkan itu produk halal, fesyen islami, dan sebagainya,” kata Dody.
BI juga membidik pemanfaatan ekonomi syariah yang berasal dari remitansi para TKI di luar negeri. (Ant(Ant/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved