Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (lE-CEPA) akhirnya ditandatangani pada Minggu (16/12). Capaian tersebut menjadi sejarah baru bagi lima negara yang terlibat dan membuka harapan untuk kerja sama perdagangan yang lebih erat di masa mendatang.
Federal Councillor and Head of the Federal Department of Economic Affairs, Education and Research Switzerland Johann Schneider-Ammann mengaku sangat senang karena akhirnya bisa menandatangani perjanjian yang telah berporses selama satu windu tersebut.
Baca juga: Melek Digital Jadi Syarat Utama UKM ke Depan
"Saya senang bisa menyelesaikan ini sebelum meninggalkan jabatan saya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan kesepakatan ini. Kami, keluarga besar EFTA sangat bahagia menyambut kerja sama dengan harapan dan ambisi baru," ujar Amman di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (16/12).
Ia berharap, ke depannya, kinerja perdagangan antara lima negara yang terlibat akan terus bertumbuh meneruskan tren baik yang telah terjadi dalam kurun enam tahun terakhir.
"Selama kurun 2012-2016 impor EFTA dari Indonesia naik 60%. Ekspor kami ke Indoneisa juga terus naik. Dengan adanya kerja sama ini, kami yakin perdagangan kita akan semakin kuat," ucapnya.
Deputy Trade Minister Kingdom of Norway Daniel Bjarmann-Simonsen mengungkapkan IE-CEPA menjadi tonggak sejarah baru yang akan membuka akses pasar kian besar. Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang sangat cepat, ia menganggap Indonesia adalah mitra yang tidak boleh dilepaskan. "Kami akan terus mendorong kerja sama ini ke arah yang lebih baik. Masa depan telah dimulai," tuturnya.
Minister of Foreign Affairs, Justice and Culture Liechtenstein Aurelia Frick optimistis kemitraan baru kali ini akan membawa keuntungan bagi seluruh pihak terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pengurangan angka kemsikinan.
"Kami memiliki industri yang sangat kuat dan inovatif. Itu akan sangat berguna bagi Indonesia dan kami sendiri. Kami bisa bantu terapkan itu di Indonesia. Dengan ini kami secara resmi mengundang Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk segera berkunjung ke negara kami," paparnya.
Icelandic Ambassador and Chief of Protocol Hannes Heimisson pun tidak ingin ketinggalan. Ia mengaku siap untuk segera berkolaborasi terutama dalam pengembangan industri perikanan."Kami sangat maju di sektor itu jadi selain berdagang, kami bisa tanamkan investasi juga. Perjanjian ini jelas sangat menjanjikan bagi semua," terangnya.
Baca juga: Presiden Ingin Daerah Ikut Kelola Blok Rokan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menekankan kerja sama ini tidak akan mengganggu industri lokal. Norwegia dan Islandia memang dikenal memiliki keunggulan dalam sektor perikanan. Selama ini, Indonesia juga telah banyak mengimpor salmon dari negara tersebut.
"Siapa yang makan salmon? Itu kan komoditas high-end. Kita tidak memproduksi. Adanya hanya di hotel, restauran bintang lima. Jadi biarkan saja. Karena segmennya berbeda, untuk kelas atas dan kita tidak bisa produksi. Tetapi kalau untuk rakyat tentu kita tidak main-main," tegasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved