Indonesia-Taiwan Teken Kerja Sama Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran

Andhika Prasetyo
15/12/2018 10:31
Indonesia-Taiwan Teken Kerja Sama Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran
(Ist)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO). Kerja sama tersebut meliputi perekrutan, penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Penandatangan MoU dilakukan Kepala IETO Didi Sumedi dan Kepala TETO John C. Chen yang disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri dan Menteri Tenaga Kerja Taiwan Hsu Ming Chun di Taipei, Taiwan, Jumat (14/11).

Dengan adanya MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan kolaborasi bilateral dan pertukaran tenaga ahli dalam hal pelatihan kejuruan, pengembangan keterampilan, bantuan kerja, start-up, pembangunan kapasitas bagi disabilitas melalui platform organisasi internasional atau mekanisme kemitraan regional.

Menaker Hanif mengatakan kerja sama itu akan menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas SDM Pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan sehingga lebih terlindungi dan terangkat kesejahteraan mereka

"Ini juga akan mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented," ujar Hanif melalui keterangan resmi, Sabtu (15/12).

Taiwan merupakan negara tujuan pekerja migran Indonesia yang menempati urutan kedua, setelah Malaysia.

Sepanjang Januari-Oktober 2018, tercatat sebanyak 60.408 pekerja migran Indonesia ditempatkan di Taiwan untuk bekerja pada berbagai sektor, antara lain sektor domestik, manufaktur dan perikanan.

Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun sangat mengapresiasi pekerja Indonesia baik dari sisi kedisiplinan maupun sopan-santun.

"Pekerja asal Indonesia memiliki perilaku yang sangat baik, mereka sering memenangkan penghargaan yang kami berikan bagi para pekerja domestik, hampir seluruh pemenang dari Indonesia," kata Hsu.

Hsu juga berharap jika ada permasalahan mengenai pekerja, akan lebih baik jika diselesaikan secara bilateral.

"Kami sangat ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia, bagaimanapun juga kerja sama yang selama ini dibangun sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Hsu.

Namun, Hsu menyarankan supaya para calon pekerja mengambil uji kompetensi bahasa terlebih dahulu sebelum datang ke Taiwan.

"Bahasa adalah hal yang sangat penting, setidaknya calon pekerja harus bisa memahami kata-kata dasar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Hsu. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya