PGN Pacu Penggunaan Energi Murah Ramah Lingkungan

Suci Sedya Utami
14/12/2018 20:55
PGN Pacu Penggunaan Energi Murah Ramah Lingkungan
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

ENERGI ramah lingkungan memang tengah digaungkan di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia seiring dengan kesadaran hidup sehat serta komitmen Paris Agreement.

Penggunaan gas bumi pun diyakini mampu mengurangi emisi karbon yang selama ini dihasilkan oleh energi fosil. Penggunaan gas bumi memang belum begitu masif di Indonesia, tetapi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN berupaya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengakui saat ini pelanggan gas bumi PGN masih di bawah 300 ribu. Dia bilang pelanggan tersebut terbagi dalam dua kategori yakni pelanggan rumah tangga serta industri dan komersial.

"Untuk pelanggan rumah tangga 200 ribu dan industri komersial 3.700," kata pria yang akrab disapa Temi ini pada Medcom.id, Jumat (14/12).

Angka ini tentu menjadi penyemangat perseroan untuk memacu gairah penggunaan energi baik di Tanah Air. Salah satunya dengan sinergi antara PGN dan PT Pertamina Gas atau Pertagas yang tengah berproses untuk menjadi holding.

Sinergi ini diyakini akan memberikan ruang pendanaan yang lebih besar, tidak terkecuali untuk ekspansi. Temi mengatakan integrasi PGN-Pertagas ajan menjadikan pasar gas yang lebih menjanjikan bagi perseroan. Sehingga ekspansi pasar ke depannya bisa disasar dengan lebih mudah.

Selain itu menyatunya dua perusahaan ini akan mengintegrasikan 96 persen infrastruktur gas hilir. Saat ini PGN memiliki pipa gas sepanjang 7.454 kilometer (km). Sementara Pertagas memiliki pipa sepanjang 2.223 km. Mergernya dua perusahaan gas tersebut akan menjadikan infrastruktur gas makin luas dengan panjang 9.677 km.

Sementara itu Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan dengan intergrasi jaringan pipa maka penyaluran gas pada konsumen rumah tangga dan industri akan lebih optimal.

Dia pun menekankan tidak hanya energi baik yang didapatkan masyarakat, dari sisi harga, penggunaan gas bumi pun diklaim lebih hemat. Penghematannya pun bisa mencapai 40-50% jika dibandingkan dengan jika menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Dengan demikian biaya transportasi dan pengangkutan akan lebih murah serta ada alternatif pasokan gas yang harganya lebih ekonomis," jelas Gigih. (Medcom/OL-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya