Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INISIASI baru untuk mengembangkan pembiayaan wakaf ke sektor-sektor produksi diyakini akan menjadi program pembiayaan baru yang dapat mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan.
Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh dalam Festival Ekonomi Syariah Indonesia (ISEF) 2018 di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa program wakaf produktif merujuk pada skema pengelolaan wakaf. Dalam wakaf produktif, harta benda yang diwakafkan akan digunakan dalam kegiatan ekonomi produksi.
“Pengembangan wakaf produktif secara masif diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nuh seperti dikutip dari Antara.
Konsep wakaf produktif bukan hanya penghimpunan harta atau benda hasil wakaf, melainkan juga bermanfaat dan lebih besar karena penggunaannya akan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan sehingga perekonomian dapat lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mengumpulkan aset wakaf, tetapi ingin membangun kerja sama antarpengelola harta wakaf menjadi upaya produktif,” ujar Nuh.
Oleh karena itu, dia memandang perlu dibentuk ekosistem wakaf produktif. Kalau ekosistemnya sudah terbangun, masyarakat dapat lebih mudah mewakafkan hartanya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto mengatakan, sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim, masih terdapat ironi di Indonesia, karena realisasi wakaf masih tertinggal dari negara-negara asing seperti Singapura.
Model wakaf produkti bisa menjadi pembiayaan sosial syariah untuk mengejar ketertinggalan dari skema pembiayaan komersial perbankan.
“Instrumen seperti wakaf dapat lebih diperkuat sehingga semakin berperan untuk mendukung berbagai aktivitas produktif dan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu,” ujar Erwin.
Selain realisasi wakaf, secara keseluruhan perkembangan ekonomi syariah Indonesia tertinggal dari negara lainnya.
Bahkan industri kita tertinggal jauh dari Thailand dan Korea yang lebih maju dalam industri halal. Untuk itu dibutuhkan kerja keras guna mengejar ketertinggalan itu. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved