BPH Migas Bentuk Tim Khusus Salurkan BBM, LPG dan Listrik

Cahya Mulyana
11/12/2018 19:33
BPH Migas Bentuk Tim Khusus Salurkan BBM, LPG dan Listrik
(ANTARA FOTO/Adeng Bustom)

BADAN Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membentuk tim khusus guna memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, dan listrik selama perayaan natal 2018 dan tahun baru 2019 (nataru). Tim ini akan mengawasi seluruh distribusi kebutuhan energi dan mengambil langkah cepat ketika terjadi hambatan.

"Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Dalam rangka mengamankan penyediaan dan pendistribusian BBM, LPG, Listrik dan antisipasi kebencanaan geologi di seluruh wilayah selama Nataru melalui tim khusus," terang Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (11/12).

Baca juga: Ketersediaan BBM dan LPG

Menurut dia, tim posko nasional sesuai Keputusan Menteri ESDM No. K/06/MEM/2018 dengan Kepala BPH Migas ditunjuk sebagai Penanggung jawab atau ketua posko. Tim yang beranggotakan unit eselon I di Kementerian ESDM, PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk,PT PLN (Persero), PT PGN (Persero), dan PT Pertagas Niaga.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, tim posko bekerja sama dengan kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Usaha Niaga Umum BBM seperti PT Shell Indonesia, PT Vivo Energi Indonesia, PT Total Oil Indonesia, PT Exxon Mobil Lubricants Indonesia, dan PT Aneka Petroindo Raya.

"Adapun tugasnya melakukan pengumpulan atau inventarisasi data fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas dan listrik, jalur transportasi penyediaan dan pendistribusian BBM, LPG dan listrik, evaluasi dampak yang ditimbulkan jika terjadi kelangkaan pasokan, potensi daerah rawan bencana allam," terangnya.

Tugas lain, kata dia, melakukan koordinasi dan pengawasan ke lapangan terhadap fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas dan listrik dan daerah rawan bencana serta titik konsentrasi Natal seperti di wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Sedangkan, titik jalur wisata meliput Kota Bukittinggi, Pangkal Pinang, Anyer, Puncak-Bogor, Lembang-Bandung,Yogyakarta, Malang, Bali dan Bunaken-Manado.

"Melakukan evaluasi hasil koordinasi pengawasan mengenai penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik dan kebencanaan geologi. Melakukan penyusunan rekomendasi aksi tanggap darurat penanganan kelangkaan pasokan BBM, gas, listrik dan penanganan bencana," ungkapnya.

Baca juga: Fraksi Hanura Ingin Pencekalan Menteri BUMN ke DPR Dihapus

Fanshurullah mengatakan, periode pelaksanaan posko menghadapi Nataru mulai 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 dan berada di Gedung BPH Migas, jalan Kapten P Tendean No 28 Jakarta Selatan.

"Kami berupaya menjamin penyediaan dan pendistribusian ketiga kebutuhan tersebut dengan meningkatkan stok di End TBBM, SPBBE dan penyalur. Penambahan awak dan mobil tangki serta SPBU kantong dan mengantisipasi peningkatan permintaan terutama pada saat puncak untuk gasoline pada 22, 31 Desember 2018 dan 5 Januari 2019 . Sedangkan gas oil 5 Januari 2019 dan Avtur serta LPG pada 22 Desember 2018,"pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya