Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

Eko Nordiansyah
11/12/2018 11:35
Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

BANK Indonesia (BI) menilai Indonesia terlambat untuk mengembangkan ekonomi syariah. Salah satu buktinya adalah sebagai negara mayoritas Muslim Indonesia justru kalah dari negara lain yang sudah lebih dulu mendominasi sebagai produsen untuk berbagai produk halal.

"Kita selalu menjadi sasaran impor produk-produk yang berlabel halal," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam High Level Discussion: Fastabiqul Khairat Melalui Pesantren Sebagai Salah Satu Rantai Nilai Halal, sebagai rangkaian Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018, di Surabaya, Selasa (11/12).

Dirinya menambahkan produk-produk halal justru banyak dikembangkan oleh negara-negara non-Muslim. Negara seperti Australia, Tiongkok, dan Thailand sudah lebih dulu menguasai pasar halal dunia dengan memproduksi makanan halal hingga pakaian Islami. 

"Produk yang kita pakai, yang kita gunakan, yang kita makan juga bukan dari produk kita sendiri, tapi justru dari negara lain. Kita sudah kalah dengan Australia yang mengekspor daging halal, kita kalah dari Thailand yang ekspor bumbu-bumbu halal. Kita juga kalah dari Tiongkok yang impor baju koko," jelas dia.

 

Baca juga: BI: Ekonomi Mandiri Pesantren jadi Mesin Pertumbuhan

 

Untuk itu, BI mengajak seluruh pihak di Indonesia untuk bersama-sama terlibat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Menurut Perry jika dikembangkan secara serius ekonomi keuangan syariah bisa berkontribusi pada perekonomian nasional.

Langkah yang sudah dilakukan bank sentral adalah dengan meluncurkan arah baru ekonomi keuangan syariah. Tak hanya itu, komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan berbagai kementerian dan lembaga sebagai anggotanya.

"Pemberdayaan pesantren baik kecil hingga besar menjadi rantai ekonomi syariah, baik dibidang makanan, fesyen, maupun pariwisata yang menjadi keunggulan kita. Alhamdulillah ini berkembang pesat. Termasuk perkembangan zakat dan wakaf untuk hal yang produktif," pungkasnya. (Medcom/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya