Menkeu: Pemda belum Siap dengan DAU yang Dinamis

Nur Aivanni
10/12/2018 21:10
Menkeu: Pemda belum Siap dengan DAU yang Dinamis
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah daerah belum siap jika dana alokasi umum (DAU) bersifat dinamis. Karena itu, DAU 2019 masih didesain sebagai instrumen yang sifatnya final.

"Tahun ini dan tahun sebelumnya kami coba DAU yang dinamis, ternyata daerah belum siap. Daerah siap kalau DAU-nya naik, tapi tidak siap kalau DAU turun," kata Sri Mulyani saat memberikan keynote speech dalam acara sosialisasi transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2019, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/12).

Ia menjelaskan bahwa penerimaan negara yang nantinya dialokasikan untuk DAU juga bersifat dinamis. Maka itu, DAU pun seharusnya juga dinamis. "Saya berharap Dirjen Perimbangan untuk terus melakukan training ke daerah agar DAU final bisa kembali ke dinamis, namun saat daerah sudah memiliki kapasitas yang lebih baik," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani pun menyampaikan bahwa minimal 25% dana transfer umum dalam bentuk DAU dan dana bagi hasil (DBH) adalah untuk belanja infrastruktur. Namun, ungkap dia, masih banyak daerah yang belum mengalokasikan minimal 25% tersebut untuk belanja infrastruktur.

"Ada yang bilang boro-boro, sebagian besar habis untuk gaji. Terlalu besar gaji di daerah. Belanja pegawai adalah 36% di daerah. Belanja barang dan jasa 23%, belanja modal hanya 19% rata-rata. Sudah pasti belanja infrastruktur yang harusnya 25% tidak tercapai karena di daerah hanya 19% belanja modalnya," tuturnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya