BUMN Besinergi Bangun Rusun Terintegrasi Kereta Api

Andhika Prasetyo
10/12/2018 23:15
BUMN Besinergi Bangun Rusun Terintegrasi Kereta Api
(MI/ BARY FATHAHILAH)

PEMERINTAH terus ber­upaya merealisasikan program satu juta rumah demi mengurangi backlog atau kesenjangan hunian di Tanah Air. Salah satu upayanya ialah membangun hunian rumah susun (rusun) yang terintegrasi dengan moda transportasi kereta api.

Setelah sebelumnya dibangun di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jakarta dan Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, kini hunian berkonsep transit oriented develop­ment (TOD) tersebut dibangun di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten, melalui sinergi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

“Terima kasih kepada BUMN-BUMN yang besinergi membangun hunian terintegrasi transportasi. Saya tekankan pula, sinergi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan Kementerian Perhubung­an serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), dan dukungan ­pemerintah dae-rah setempat,” ujar Rini seusai meresmikan hunian terintegrasi transportasi di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, kemarin.

Hadir pula, Menteri ­Perhubung­an Budi Karya Sumadi dan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono serta sejumlah pejabat BUMN.

Rini menyampaikan, selain terintegrasi dengan transportasi kereta api, pengembangan hunian dengan konsep TOD akan dilengkapi area publik berupa parkir mobil, parkir, area komersial, taman, fasilitas umum, dan area publik bersama. “Dengan begitu, konsep hunian ini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas,” tutur Rini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, adanya hunian TOD bakal membantu memperbaiki lalu lintas di Ibu Kota. “Dengan TOD kita bisa mereduksi perjalanan-perjalanan yang tidak perlu. Misalnya, dalam satu titik TOD, kita bangun 4.000 hunian. Satu hunian itu diisi 4 orang, berarti kita mengurangi sekitar 16.000 perjalanan setiap hari. Jadi, ini akan efisien sekali,” terang Menhub Budi Karya.

Ke depannya, pola yang sama coba diterapkan di sebagian besar stasiun di Jabodetabek.

Selain itu, Kemenhub bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga bakal mengupayakan kedatangan kereta setiap 3-5 menit serta menambah gerbong dari 10 menjadi 12 di setiap rangkaian.

Selesai 2020
Di Rawa Buntu, pembangunan hunian yang menempel ke stasiun di atas lahan PT KAI itu dibangun Perum Perumnas. Menurut rencana, kawasan hunian dengan investasi Rp2 triliun itu memiliki 6 tower dengan total 3.632 unit.

Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, untuk tahap awal, perseroan membangun tiga tower dengan total 1.816 unit, yang terdiri atas 330 hunian subsidi dan 1.486 nonsubsidi.

“Sekarang proses perizinan sudah selesai. Pembangunan dilakukan akhir tahun ini dan perkiraan selesai pada 2020. Pembelian unit bisa dipesan di kantor marketing Perumnas yang salah satunya ada di Stasiun Rawa Buntu,” ungkap Bambang di sela peresmian.

Selain di Rawa Buntu, peresmian pembangunan TOD dilakukan di Stasiun Jurangmangu dan Stasiun Cisauk, Banten. TOD Jurangmangu dibangun PT Hutama Karya melalui anak usaha PT HK Realtindo. Pembangunan dimulai pada semester awal 2019 dengan total enam tower yang terdiri atas 4.510 unit hunian. Adapun nilai investasi proyek itu diperkirakan sebesar Rp2,1 triliun.

Untuk TOD Cisauk, yang diproyeksikan memiliki 2.641 hunian dari enam tower berbeda, dibangun PT Adhi Karya dengan nilai Rp2 triliun. (E-3





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya