Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan bahwa pembangunan desa/kelurahan masih harus menghadapi berbagai tantangan ke depannya. Ia mengatakan ada tiga tantangan yang harus dihadapi desa/kelurahan.
Tantangan pertama adalah bencana alam. Jenis bencana alam yang didata pada Potensi Desa (Podes) 2018 adalah tanah longsor, banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami dan lainnya.
Pendataan Podes 2018 mencatat 19.675 desa/kelurahan terdampak banjir, 10.246 desa/kelurahan terdampak tanah longsor dan 10.115 desa/kelurahan terdampak gempa bumi.
"Tantang kedua, masih banyak desa yang terkena pencemaran," kata Suhariyanto saat menyampaikan Hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2018, di Gedung BPS, Jakarta, Senin (10/12).
Pencemaran yang tercakup dalam pendataan Podes 2018 adalah pencemaran air (16.847 desa/kelurahan), pencemaran udara (8.882 desa/kelurahan) dan pencemaran tanah (2.200 desa/kelurahan).
Adapun tantangan ketiga berkaitan dengan masalah keamanan. Suhariyanto mengatakan bahwa masih ada desa/kelurahan yang terdapat penyalahgunaan atau pengedaran narkoba, yaitu sebesar 14,99%. Dan juga masih ada 3,75% desa/kelurahan yang menjadi lokasi perkelahian massal.
Baca juga: Mayoritas Desa di Indonesia Berstatus Berkembang
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa masalah narkoba memang harus segera diatasi. Karena itu, pihaknya telah bekerja sama dengan BNN untuk mengatasi penyalahgunaan atau pengedaran narkoba di desa.
"Kemendes sudah bekerja sama dengan BNN, salah satunya di Desa Kutuh, Bali, yang awalnya desa miskin, sehingga masyarakatnya banyak yang jadi pengedar narkoba. Bumdesnya berhasil, masyarakatnya bisa dipekerjakan, narkoba turun drastis," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved