Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI halal memiliki potensi atau peluang besar untuk tumbuh lebih tinggi di masa-masa mendatang. Salah satu faktor penunjangnya adalah besarnya jumlah penduduk Indonesia dan mayoritasnya beragama Islam.
"Kondisi itu bukan tidak mungkin memberikan katalis positif untuk industri halal tumbuh melesat sejalan dengan permintaan yang meningkat," ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Riyanto Sofyan di Jakarta, Senin (10/12).
Berdasarkan data Global Islamic Economy Indicator 2017, Indonesia masuk 10 besar negara konsumen industri halal terbesar dunia. Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan masyarakat belanja makanan halal.
Di sektor pariwisata halal, Indonesia menempati urutan kelima dunia. Sementara untuk obat-obatan dan kosmetika halal dan keuangan syariah, Indonesia menempati peringkat keenam dan ke-10 dunia.
Hal tersebut tentu memberikan isyarat bahwa produk halal sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.
Adapun produk halal perlu dipersiapkan dan disampaikan kepada masyarakat, mulai dari proses bahan mentah sampai pengolahannya hingga menjadi barang jadi, pengemasan, pengiriman, penyimpanan sementara, sampai dengan diterima oleh konsumen.
Baca juga: Peluang Bisnis Syariah di 2019
Berangkat dari beberapa penjelasan itu, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta bersama dengan Universitas Al Azhar Indonesia dan Medcom.id menyelenggarakan seminar bertajuk "Indonesia Shariah Economic Outlook: Peluang Bisnis Syariah di Tahun Politik 2019", di Universitas Al Azhar, Jakarta, Senin, (10/12).
Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan gambaran mengenai peluang bisnis syariah di tahun depan. Gambaran itu menjadi penting karena di 2019 juta terdapat peristiwa besar yakni adanya pesta demokrasi berupa Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Artinya, aktivitas ekonomi bisa maksimal menggeliat karena terdapat peningkatan tingkat konsumsi.
Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar mengatakan seminar ini diharapkan berkontribusi terhadap pengambilan keputusan para bankir di perbankan syariah dan nantinya lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis.
Adapun pesta demokrasi yang sedang berlangsung di 2019 diharapkan pula tidak memberi efek negatif terhadap kinerja bank syariah di Indonesia.
"Kita berharap perbankan syariah bisa terus tumbuh dengan baik dan tahun politik tidak menganggu momentum pertumbuhan tersebut. Seminar ini diharapkan bisa menjembatani kebutuhan untuk perbankan syariah memitigasi risiko dan nantinya mendukung market share yang terus membesar di masa mendatng," kata Abdul Kohar. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved