Jokowi Akan Buka Rakernas Asparindo 2018

Micom
09/12/2018 22:00
Jokowi Akan Buka Rakernas Asparindo 2018
(Presiden Joko Widodo blusukan ke pasar tradisional Provinsi Banten, Minggu, (4/11/2018) -- SETPRES)

PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan akan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (12/12) mendatang.

Dengan tema Digitalisasi Pasar Rakyat, Rakernas Asparindo ke 2018 ini bakal dihadiri sekitar 1.000 peserta perwakilan dari pengelola pasar yang saat ini jumlahnya tercatat lebih dari 9.000 pasar tradisonal yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Melalui Rakernas, Asparindo mencoba memperkuat konsilidasi antarpengelola pasar rakyat tingkat kota/kabupaten di 34 provinsi. Perhatian kami pada saat ini ialah proyek digitalisasi bisnis perpasaran karena sudah menjadi kebutuhan,” ujar Ketua Umum Asparindo Y Joko Setyanto dalam siaran pers, Minggu (9/12).

Joko menambahkan pasar rakyat mempunyai peranan penting dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, memberikan kesempatan kerja dan berusaha, serta menjadi lokomotif pengembangan perekonomian nasional.

Lebih lanjut kata Joko, Asparindo sangat mendukung pelaksanaan gerakan nontunai dalam transaksi pembayaran. "Karena alasan itu pada rakernas ini kami angkat tema Digitalisasi Pasar Rakyat,” tuturnya.

Seiring dengan itu, Asparindo akan mempersiapkan aplikasi PasarKita dengan berbasis Android untuk transaksi pembayaran e-retribusi dan transaksi jual beli di pasar rakyat serta pembayaran lainnya, seperti pembayaran listrik, air, dan sebagainya.

Rakernas 2018 ini lanjutnya, akan menjadi sangat penting karena menjadikan digitalisasi sebagai program pengembangan manajemen perpasaran. Digitalisasi pasar akan menjadi faktor esensial di balik perkembangan dan pertumbuhan pasar tradisional ke depan.

"Tema yang diangkat Rakernas Asparindo sangat menarik, karena ini merupakan ide besar yang harus segera direalisasikan," tambahnya.

Lebih dari itu program digitalisasi, selain menciptakan efisiensi, digitalisasi pasar tradisonal juga akan membuat transaksi para pedagang dan pembeli lebih cepat, nyaman, aman.

Tidak hanya itu, digitalisasi pasar tradisional pun bisa mendorong menaikkan daya saing pasar tradisonal untuk bersaing dengan pasar modern dan bahkan survive menghadapi persaingan era teknologi digital.

"Suka tidak suka, pasar tradisional harus mulai mengadopsi teknologi dengan cepat agar tidak tenggelam, bisa bersaing dengan pasar modern, dan bersaing di era teknologi digital. Karna itu mengakselerasi transformasi cara kerja pasar rakyat dari tradisional ke digital menjadi sangat penting," pungkas Joko. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya