Genjot Manufaktur Butuh SDM Mumpuni

Cahya Mulyana
09/12/2018 15:05
Genjot Manufaktur Butuh SDM Mumpuni
Mantan Menteri Keuangan, M Chatib Basri(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

MANTAN Menteri Keuangan, M Chatib Basri, menilai sektor manufaktur menjadi tulang punggung ekonomi dan mengurangi ketergantungan ekspor dari Sumber Daya Alam (SDA). Namun menggenjot sektor ini butuh kualitas pekerja yang tinggi serta menguasai teknologi.

"Indonesia perlu segera bergerak meningkatkan sektor manufaktur dari saat ini yang masih bertumpu pada ekspor komoditas yang lebih banyak berasal dari SDA. Jika terus berkutat pada SDA capaian ekonomi kita akan sulit menyentuh 6%," terangnya pada diskusi perayaan 60 tahun hubungan Indonesia-Jepang di The Darmawangsa Hotel, Jakarta, Minggu (9/12).

Menurut dia, Indonesia tidak boleh lengah dan terlena kekayaan SDA di saat negara lain. Jika itu terjadi maka dalam 20 tahun ke depan hanya akan melihat  Amerika, Tiongkok dan Jepang makmur dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai US$70-an ribu.

 

Baca juga: Indef Sebut Ada Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia di Tahun 2019

 

Padahal nasib serupa, kata dia, bisa dirasakan Indonesia yang juga berpotensi meraup untung dari bonus demografi dan kesempatan emas dari sektor manufaktur.

"Juga sumber pertumbuhan ekonomi tidak boleh bergantung lagi pada APBN," tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah supaya segera menggenjot industri manufaktur dan mengurangi ekspor bahan baku. 

"Solusinya memperbesar ruang industri manufaktur yang perlu ditunjang dengan juga SDM baik," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya