Indonesia Setara Jepang pada 2045

Yanurisa Ananta
09/12/2018 11:00
Indonesia Setara Jepang pada 2045
(MI/Putri Yuliani)

INDONESIA dan Jepang akan memiliki posisi yang setara dari sisi ekonomi pada 2045. Untuk itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan  kerja sama dengan Jepang dalam berbagai bidang perlu terus digiatkan.

"Pada 2045 Indonesia dan Jepang posisinya hampir sama di lima besar ekonomi dunia. Berarti pusat kegiatan ekonomi akan ada di Asia. Di situlah Indonesia dan Jepang perlu mempererat kerja sama, terutama di bidang industri manufaktur," kata Bambang seusai memberi sambutan dalam acara High Level Seminar Project 2045 yang diselenggarakan The United Nations Development Programme (UNDP) dan lembaga Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, kemarin.

Selain industri manufaktur, Indonesia-Jepang perlu bekerja sama di bidang lingkungan hidup yang mencakup perubahan iklim atau kebencanaan. Pasalnya, Indonesia-Jepang paling rawan terhadap bencana.

Di sisi lain, Jepang sebagai investor di Indonesia masih tetap diperlukan meski Indonesia diproyeksi akan tumbuh pesat di tahun-tahun akan datang. Hal itu perlu dilakukan agar Indonesia bisa keluar dari 'jebakan middle income' lalu beralih ke negara dengan pendapatan tinggi.

"Kita tetap perlu foreign direct investment (FDI) di berbagai hal dan Jepang sebagai investor tradisional tetap dibutuhkan oleh Indonesia," lanjut Bambang.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Massafumi Ishii menjelaskan, Jepang akan tetap maju bersama Indonesia agar bisa diwariskan kepada generasi milenial yang ada saat ini. Terlebih, Jepang-Indonesia memiliki nilai yang sama dalam hal hak asasi manusia (HAM), ekonomi, dan pasar bebas.

"Ada tiga target bersama, yakni demokrasi, maritim, dan global. Indonesia sudah menjadi yang terdepan di ASEAN. Melakukan langkah konkret adalah langkah kita supaya manfaatnya bisa dinikmati oleh generasi milenial," tuturnya.

Persiapkan SDM
Country Director UNDP Indonesia Christophe Bahuet menjelaskan, untuk sampai di posisi yang sama dengan Jepang, Indonesia harus mempersiapkan pendidikan sumber daya manusia (SDM), mempersiapkan teknologi sekaligus mempersempit kesenjangan antarwilayah ataupun antargender.

"Kerja sama keduanya merupakan kerja sama jangka panjang. Peran kami adalah untuk memperkenalkan Indonesia lebih jauh lagi kepada negara-negara anggota UNDP," ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perlu ada review secara periodik agar tercapai tujuan dari kerjasama yang digagas antara Jepang dan Indonesia.

"Harus ada review secara periodik atau semacam penyesuaian. Terutama kerjasama untuk mencapai tujuan Proyek 2045 yang harus berdasarkan mutual benefit," ujar Kalla.

Wakil Ketua Umum Kadin Muhammad Lutfi mengtakan setidaknya ada tiga skenario pertumbuhan agar ekonomi Indonesia berada di lima besar "Kita harus tumbuh 6,4% supaya masuk  peringkat empat.  Kalau tumbuh di bawah 6,4%,  Indonesia akan menua tanpa mewujudkan potensi kekayaannya," pungkasnya. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya