Defisit Anggaran semakin Kecil

Nur Aivanni
05/12/2018 23:15
Defisit Anggaran semakin Kecil
( ANTARA FOTO/ho/Subur)

UNTUK mengurangi defisit transaksi berjalan (defisit anggaran) pemerintah akan terus berupaya mendongkrak penerimaan negara. Salah satunya melalui pajak.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan penerimaan perpajakan, yang sebanyak 80% merupakan sumber pendapatan dalam APBN, perlu diperkuat untuk mendukung pembiayaan guna menutup defisit anggaran. Dengan penerimaan perpajakan yang baik, kata dia, pemerintah tidak lagi bergantung pada pembiayaan utang dan mampu menjaga kualitas defisit anggaran.

“APBN makin kuat dengan defisit yang kecil karena kese-imbangan primer juga semakin kecil. Ini berarti kita bisa kurangi beban utang dan lebih kuat dari aspek fiskal,” ujarnya dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Rabu (512).

Upaya itu, menurut Askolani, sudah dilakukan ­pemerintah setelah menghentikan penjualan surat utang negara (SUN) selama periode ­Desember untuk pembiayaan tahun anggaran 2018.

Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang sudah berjalan baik dengan realisasi defisit anggaran berada pada kisaran 1,6 % terhadap PDB terus dipertahankan dan menjadi modal untuk pelaksanaan anggaran di 2019. “Ini bisa menjadi modal untuk 2019. Dengan optimisme ini, ekonomi tetap berjalan tinggi, pajak dipungut dengan baik dan volume belanja naik, yang artinya pembangunan tidak berkurang,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah memastikan defisit anggaran pada APBN 2019 makin turun dengan keseimbangan primer menuju arah positif. Dalam APBN 2019, defisit anggaran diproyeksikan mencapai Rp296 triliun atau 1,84% terhadap PDB dengan keseimbangan primer makin mendekati nol. Untuk akhir tahun anggaran 2018, pemerintah memperkirakan realisasi defisit anggaran bisa di bawah 2% terhadap PDB atau lebih rendah dari target yang dipatok 2,19%.

Askolani menjelaskan  proyeksi pencapaian itu didukung pendapatan dari sektor pajak yang bisa mendekati target serta belanja yang lebih optimal dan efisien dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ini merupakan kombinasi dari indikasi pendapatan yang bisa total mencapai target dan penyerapan belanja yang lebih optimal dari 2017,” katanya.

Meski proyeksi defisit anggaran ini lebih rendah daripada target, ia memastikan pembangunan yang dilakukan hingga akhir tahun tetap berkualitas dan ekspansif sesuai rencana.

Menko Bidang ­Perekonomian Darmin Nasution mengatakan defisit akan menurun secara bertahap. Hal itu seiring dengan sejumlah kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah.

“Defisit transaksi berjalan umurnya sejak Orde Baru lahir, itu berarti sudah 50 tahun. Itu (defisit transaksi berjalan) bukan tidak bisa diturunkan, tapi pelan-pelan (turunnya),” kata Darmin, Rabu (512).

Sejauh ini, kata dia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan defisit, di antaranya melalui penerapan program mandatori biodiesel 20% dan penaikan tarif PPh barang konsumsi impor. Namun, menurut dia, dampak dari kebijakan itu tidak bisa terlihat dalam waktu singkat. “Feeling saya mungkin dua kuartal lagi.” (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya