Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi dolar Amerika Serikat senilai USD 3 miliar. Menanggapi itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai langkah pemerintah tersebut sudah tepat.
"Kalau melihat pasar keuangan global yang saat ini dipenuhi oleh sentimen positif, saya kira kebijakan pemerintah melakukan frontloading pada akhir tahun ini adalah keputusan yang tepat," kata Piter saat dihubungi, Selasa (4/12).
Baca juga: Pasar Kondusif, Pemerintah Rilis Obligasi US$3 Miliar untuk Pembiayaan 2019
Menurutnya, pemerintah tengah memanfaatkan momentum sentimen positif pasar. Kendati demikian, pemerintah tetap menyadari bahwa ada ketidakpastian ekonomi global di tahun depan. Penerbitan surat berharga baik global maupun domestik pada tahun ini, dinilai Piter, akan memberikan sejumlah keuntungan.
"Pertama demand-nya sedang tinggi, sedang ada sentimen positif yang besar. Pada kondisi demand yang besar, kalau kita menerbitkan surat berharga ya kita bisa meyakini akan oversubscribe dan itu berarti harganya akan bagus," terangnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa penerbitan global bond tersebut juga akan lebih memperkuat Rupiah dan menambah aliran modal asing masuk ke Indonesia. Keuntungan lainnya, sambungnya, cadangan devisa negara akan bertambah.
Lebih lanjut, Piter menilai penerbitan global bond ini akan menarik minat para investor. "Saya kira akan menarik minat investor. Selain suku bunganya sedang tinggi. Juga pasar keuangan sedang dipenuhi investor asing yang sudah kembali masuk," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved