Dana Awal Tahun, Pemerintah Rilis Surat Utang Rp52 T

(Nur/E-2)
04/12/2018 23:00
Dana Awal Tahun,  Pemerintah Rilis Surat Utang Rp52 T
(ist)

PEMERINTAH melalui Kementerian Keuangan menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam denominasi dolar Amerika Serikat senilai US$3 miliar atau kurang lebih Rp52 triliun. Surat utang global itu untuk pembiayaan prefunding tahun anggaran 2019.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, kemarin, menyatakan global bonds tersebut terdiri atas tiga seri penerbitan, yaitu RI0224, RI0229, dan RI0249.

Nominal penerbitan seri RI0224 ditetapkan sebesar US$750 juta dengan tenor selama lima tahun serta jatuh tempo pada 11 Februari 2024 dan memiliki tingkat kupon 4,45 %.

Adapun nominal penerbit-an seri RI0229 ditetapkan sebesar US$1,25 miliar dengan tenor selama 10 tahun serta jatuh tempo pada 11 Februari 2029 dan mempunyai tingkat kupon 4,75%.

Untuk nominal penerbitan seri RI0249 ditetapkan sebesar US$1 miliar dengan tenor selama 30 tahun serta jatuh tempo pada 11 Februari 2049 dan memiliki tingkat kupon 5,35%.

Pemerintah mengakses pasar dolar AS untuk melakukan pre-funding kebutuhan pembiayaan di 2019 dengan memanfaatkan kondisi pasar yang kondusif pasca-pertemuan G-20 di Argentina, pekan lalu.

Pemerintah telah menyusun strategi pemenuhan pembiayaan utang APBN 2019 yang komprehensif dan bersifat hati-hati (prudent). Kepala Biro Komunikasi dan Layanan informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengungkapkan, pembiayaan tersebut antara lain direncanakan akan dipenuhi dari utang dalam denominasi valuta asing (valas) dan dalam denominasi rupiah, baik berupa surat berharga negara (SBN) maupun pinjaman.

“Strategi ini dilandasi oleh kebijakan pembiayaan utang yang diarahkan pada pengelolaan pembiayaan utang secara prudent dan akuntabel, “ ujarnya.

Kebijakan tersebut, kata dia, dilakukan dengan menjaga rasio utang terhadap PDB pada level yang aman, memanfaatkan utang untuk kegiatan yang produktif, menjaga komposisi utang dalam batas yang terkendali, dan menjaga solvabilitas.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai langkah pemerintah tersebut sudah tepat. Dia menilai penerbitan surat berharga baik global maupun domestik pada tahun ini akan memberikan sejumlah keuntungan.

“Pertama demand-nya sedang tinggi sehingga menambah masuknya aliran modal asing. Keuntungan lainnya, cadangan devisa negara akan bertambah.” (Nur/E-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya