Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi prestasi bandara di Indonesia yang meraih predikat terbaik ketiga tingkat Asia-Pasifik. Prestasi itu dipandang sebagai modal untuk terus meningkatkan pelayanan dan keselamatan transportasi udara nasional.
“Saya mengucapkan selamat dan ini bukti kerja keras kita semua,” ungkap Budi, di Jakarta, Selasa (4/12).
Menurut dia, prestasi tersebut tidak boleh menjadi alasan berpuas diri. Sebaliknya, hal itu patut dijadikan landasan untuk memacu semangat melayani dan memastikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jasa angkutan udara.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam membangun sarana dan prasarana penerbangan sehingga mendapatkan penilaian yang cukup baik tersebut.
“Namun, saya juga meminta teman-teman aviasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan safety-nya (keamanan),” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, laporan Global Competitiveness Index (GCI) 2018 menyebutkan Indonesia berada pada peringkat ketiga sebagai negara yang memiliki bandara paling terkoneksi di Asia Pasifik. Bandara di Indonesia mengalahkan beberapa negara maju seperti Korea Selatan dan Singapura.
Dalam peringkat tersebut, Tiongkok tercatat sebagai bandara paling terkoneksi di Asia Pasifik dengan mendapatkan skor 4.925.930,8.
Disusul Jepang dengan nilai 1.610.558,4. Adapun Indonesia yang berada di peringkat ketiga memperoleh nilai total 972.336,6.
Negara tetangga Indonesia seperti Thailand menduduki posisi ke-4 dengan nilai 670.386,7, Malaysia di posisi ke-7 dengan nilai 420.239,6, Vietnam di tempat ke-9 dengan nilai 364.184,2, dan Singapura berada di posisi ke-10 dengan nilai 352.687,7.
Pemeringkatan didasarkan pada penilaian konektivitas bandara menurut International Air Transport Association. Indikator pengukuran, yakni pada banyaknya tujuan penerbangan, frekuensi penerbangan tiap tujuan, serta jumlah koneksi untuk setiap tujuan.
Laporan GCI 2018 merupakan laporan tahunan pemeringkatan daya saing antarnegara yang dilakukan World Economic Forum (WEF). Tahun ini WEF memakai metodologi baru dengan memakai 98 subindikator. Dengan metodologi itu, WEF hanya membuat perbandingan peringkat dengan tahun sebelumnya. (Cah/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved