Menhub Minta Bandara Tetap Utamakan Layanan

(Cah/E-3)
04/12/2018 22:30
Menhub Minta Bandara Tetap Utamakan Layanan
(MI/PIUS ERLANGGA)

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi prestasi bandara di Indonesia yang meraih predikat terbaik ketiga tingkat Asia-Pasifik. Prestasi itu dipandang sebagai modal untuk terus meningkatkan pelayanan dan keselamatan transportasi udara nasional.
“Saya mengucapkan selamat dan ini bukti kerja keras kita semua,” ungkap Budi, di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut dia, prestasi tersebut tidak boleh menjadi alasan berpuas diri. Sebaliknya, hal itu patut dijadikan landasan untuk memacu sema­ngat melayani dan memastikan ke­nyamanan serta keselamatan pengguna jasa angkutan udara.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam membangun sarana dan prasarana penerbangan sehingga mendapatkan penilaian yang cukup baik tersebut.

“Namun, saya juga meminta te­man-teman aviasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan safety-nya (keamanan),” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, lapor­an Global Competitiveness Index (GCI) 2018 menyebutkan Indonesia berada pada peringkat ketiga sebagai negara yang memiliki bandara paling terkoneksi di Asia Pasifik. Bandara di Indonesia mengalahkan beberapa negara maju seperti Korea Selatan dan Singapura.

Dalam peringkat tersebut, Tiong­­kok tercatat sebagai banda­ra paling terkoneksi di Asia Pasi­fik dengan mendapatkan skor 4.925.930,8.

Disusul Jepang dengan nilai 1.610.558,4. Adapun Indonesia yang berada di peringkat ketiga memperoleh nilai total 972.336,6.

Negara tetangga Indonesia seperti Thailand menduduki posisi ke-4 dengan nilai 670.386,7, Malaysia di posisi ke-7 dengan nilai 420.239,6, Vietnam di tempat ke-9 dengan nilai 364.184,2, dan Singapura berada di posisi ke-10 dengan nilai 352.687,7.

Pemeringkatan didasarkan pada penilaian konektivitas bandara menurut International Air Transport Association. Indikator peng­ukuran, yakni pada banyaknya tujuan penerbangan, frekuensi penerbangan tiap tujuan, serta jumlah koneksi untuk setiap tujuan.

Laporan GCI 2018 merupakan laporan tahunan pemeringkat­an daya saing antarnegara yang di­lakukan World Economic Forum (WEF). Tahun ini WEF mema­kai metodologi baru dengan mema­kai 98 subindikator. Dengan metodologi­ itu, WEF hanya membuat perbandingan peringkat dengan tahun sebelumnya. (Cah/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya