Semangat Pembangunan Infrastruktur Papua Tak Akan Berhenti

Andhika Prasetyo
04/12/2018 17:25
Semangat Pembangunan Infrastruktur Papua Tak Akan Berhenti
(ANTARA)

SEMANGAT membangun infrastruktur tidak akan luntur meski terhadang berbagai peristiwa mengerikan. Sebagaimana diketahui, Minggu (2/12) kemarin, sekelompok pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun Jembatan Kali Yigi dan Aokar di Distrik Yigi, Nduga, Papua, dibantai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Atas kejadian itu, untuk sementara proses pembangunan jembatan di Segmen 5 Trans Papua yang meliputi Wamena-Habema-Mugi-Kenyam-Batas Batu-Mumugu pun dihentikan.Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono menekankan program pengerjaan Trans Papua tidak akan berhenti.

"Pengerjaan memang dihentikan sementara, tetapi program Trans Papua akan terus berjalan. Semangat membangun infrastruktur tidak akan berhenti," tegas Basuki di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12).

Baca juga: Kelompok Separatis Papua Ciptakan Opini Pemerintah Indonesia Langgar HAM

Trans Papua merupakan program prioritas dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai implementasi visi Nawacita Membangun dari Pinggiran. Presiden Jokowi pun pernah melakukan kunjungan kerja ke Segmen 5 untuk memantau langsung progres pembangunan.

"Program infrastruktur dilakukan untuk merealisasikan pemerataan pembangunan di Tanah Air. Di Papua, kami berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, kami membuka keterisolasian daerah," terangnya.

Sebelum ada akses darat, berbagai kebutuhan yang dikirim menuju Wamena dari Pelabuhan Mumugu harus melalui udara. Hal itu tentu membuat harga barang-barang menjadi melambung tinggi. Namun kondisi tersebut telah berubah semenjak pembangunan Trans Papua direalisasikan

Baca juga: Budi Karya Minta KKB di Papua Ditindak Tegas

"Pembangunan jalan dan jembatan pada ruas ini telah lama ditunggu oleh masyarakat setempat. Ini akan menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu ke kawasan Pegunungan Tengah. Keberadaan jalan tersebut sangat vital untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Tengah, Papua," jelas Basuki.

Walaupun kondisi jalan di Segmen 5 sepanjan 278 kilometer sudah baik, di beberapa titik masih belum tersambung jembatan. Tanpa adanya jembatan, para pengguna jalan harus melintas sungai pada ruas tersebut. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya