Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP Bank Dunia hari ini mengumumkan serangkaian target terkait iklim baru untuk 2021-2025. Grup Bank Dunia menggandakan investasi 5 tahun saat ini menjadi sekitar US$200 miliar untuk mendukung negara-negara untuk mengambil aksi iklim yang ambisius.
Rencana baru ini secara signifikan meningkatkan dukungan untuk adaptasi dan ketahanan, mengakui memuncaknya dampak perubahan iklim pada kehidupan dan mata pencaharian, terutama di negara-negara termiskin di dunia.
Rencana tersebut juga mewakili ambisi yang meningkat secara signifikan dari Grup Bank Dunia, mengirimkan sinyal penting kepada komunitas global yang lebih luas untuk melakukan hal yang sama.
“Perubahan iklim merupakan ancaman eksistensial bagi dunia yang paling miskin dan paling rentan. Target baru ini menunjukkan keseriusan kami dalam isu ini, menginvestasikan dan memobilisasi US$$200 miliar selama lima tahun untuk memerangi perubahan iklim,” kata Presiden Grup Bank Dunia, Jim Yong Kim, melalui rilis yang diterima, Selasa (4/12).
Dia melanjutkan ini adalah tentang menempatkan negara dan komunitas yang bertanggung jawab membangun masa depan yang lebih aman dan lebih tahan terhadap iklim.
Adapun US $200 miliar di seluruh Grup terdiri dari sekitar US$100 miliar dalam bentuk pembiayaan langsung dari Bank Dunia (IBRD/IDA), dan sekitar US$100 miliar gabungan pendanaan langsung dari International Finance Corporation (IFC), dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), serta modal pribadi yang dimobilisasi oleh Grup Bank Dunia.
Prioritas utama adalah meningkatkan dukungan untuk adaptasi iklim, mengakui bahwa jutaan orang di seluruh dunia telah menghadapi konsekuensi berat dari peristiwa cuaca yang lebih ekstrem.
Baca juga: Kemenhub Yakin Revisi PM 108 Soal Taksi Daring Diterima
Dengan meningkatkan pendanaan adaptasi langsung untuk mencapai sekitar US$50 miliar selama Tahun Anggaran 2021-2025, Bank Dunia untuk pertama kalinya memberikan penekanan yang sama dengan investasi yang mengurangi emisi.
“Telah banyak nyawa dan mata pencaharian yang hilang sebagai dampak bencana dari perubahan iklim. Selain menghadapi penyebab perubahan iklim, kita juga harus beradaptasi terhadap berbagai konsekuensi yang seringkali dirasakan paling dramatis oleh orang-orang termiskin di dunia,” kata Chief Executive Officer Bank Dunia, Kristalina Georgieva.
Alasan Bank Dunia berkomitmen untuk meningkatkan pendanaan iklim hingga US$100 miliar adalah menggunakan setengah dari nilai pendanaan tersebut untuk membangun rumah, sekolah, dan infrastruktur yang dapat beradaptasi dengan lebih baik. Bank Dunia juga akan berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim, pengelolaan air berkelanjutan dan jaring pengaman sosial yang responsif.
Pendanaan baru ini akan memastikan bahwa adaptasi dilakukan secara sistematis, dan Bank Dunia akan mengembangkan sistem penilaian baru untuk memonitor dan mendorong kemajuan global.
Adapun kegiatannya termasuk mendukung prakiraan dengan kualitas yang lebih tinggi, sistem peringatan dini dan layanan informasi iklim untuk lebih mempersiapkan 250 juta orang di 30 negara berkembang terkait risiko iklim.
Selain itu, investasi ini diharapkan akan membangun sistem perlindungan sosial yang lebih responsif terhadap iklim di 40 negara, dan membiayai investasi pertanian cerdas iklim di 20 negara.
"Secara harfiah ada triliunan dolar peluang bagi sektor swasta untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang akan membantu menyelamatkan planet ini. Kami berupaya dan secara proaktif menemukan peluang itu, menggunakan berbagai cara pengurangan risiko, dan investasi sektor swasta secara crowd-in," ujar kata CEO IFC Philippe Le Houérou. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved