Benahi Manajemen Pembangunan di Daerah

Thomas Harming Suwarta thomas
04/12/2018 09:15
Benahi Manajemen Pembangunan di Daerah
(MI/PIUS ERLANGGA)

TERHAMBATNYA pembangunan di daerah antara lain disebabkan adanya sejumlah kondisi yang tidak berjalan dengan baik sehingga daerah tidak berkembang maksimal.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang alias OSO menyatakan dengan pembenahan manajemen yang ia sebut sebagai 5S, hambatan itu dapat diatasi. Adapun 5S yang ia maksudkan ialah strategi, sistem, skill, struktur organisasi, dan speed atau kecepatan.

"Jadi, gongnya sudah ada dari pemerintah pusat berupa kebijakan infrastruktur, dana, dan kalau masih belum maksimal juga artinya 5S itu tidak berjalan dengan baik. Masalahnya selalu ada di situ, terkait sistem yang tidak berjalan, strateginya belum baik, skill-nya kurang, struktur organisasi dan juga kecepatan atau speed. Ini harus dibereskan dulu agar pembangunan di daerah itu berhasil," kata OSO dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan Media Group dan Pemkot Baubau bertema Bumi seribu benteng: penyangga kawasan Indonesia Timur di kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.

Apa yang sudah dilakukan pemerintah pusat dengan memaksimalkan pembangunan di luar Jawa atau membangun Indonesia dari pinggiran, kata OSO, harus dijemput daerah dengan stretegi 5S yang tepat.

"Kalau ini selesai, mekanismenya bisa berjalan baik. Saya ingatkan, kalau itu dilakukan, semua itu akan jalan. Karena gongnya sudah dibunyikan. Untuk membangun infrastruktur di daerah, dananya juga sudah ada. Tetapi, kalau sistemnya belum siap bagaimana? Kan sama saja," tegas OSO.

Ia memberi contoh persoalan tidak siapnya kepala daerah menyusun strategi yang jitu untuk mengembangkan daerahnya, termasuk menyiapkan struktur di daerah yang tepat dan benar.

Potensi
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Baubau AS Thamrin menjelaskan, Baubau memiliki potensi untuk menjadi daerah penyangga bagi kawasan Indonesia bagian timur. "Ini yang sedang kita upayakan sekarang bagaimana daerah Baubau bisa berkembang lebih pesat lagi terutama agar maksimal sebagai daerah penyangga Indonesia bagian timur," ujar Thamrin.

Berbagai hambatan yang selama ini perlu menjadi perhatian bersama, baik daerah maupun pusat termasuk pihak swasta, ialah terkait pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandara.

"Pelabuhan yang tingkat kesibukannya tinggi dengan lalu lintas barang, jasa, dan orang yang sangat ramai saat ini tentu membutuhkan pelabuhan yang mendukung. Demikian juga bandara, landasannya harus kami perpanjang lagi sehingga bisa didarati pesawat sejenis Boeing atau Airbus," papar Thamrin.

Dengan berbagai upaya, sambung dia, Pemkot Baubau siap mendukung segala kebijakan pemerintah pusat dan provinsi untuk menopang pembangunan di daerah. "Kami tentu harus bersinergi dengan pusat dengan Nawa Citanya, bagaimana diterjemahkan di provinsi hingga deerah sehingga berjalan bersama. Ini yang sedang kami lakukan agar Baubau bisa maju lagi dengan maksimal," tandas Thamrin.  

Pada kesempatan yang sama, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Rokhmin Dahuri menjelaskan, kebijakan untuk menjadikan Baubau pusat pertumbuhan baru di kawasan Indonesia timur sangat tepat.

"Apalagi ada kesenjangan pembangunan yang sangat tinggi antara Jawa dan luar Jawa. Khusus untuk Baubau, tentu karena posisinya strategis dan potensinya di bidang maritim, wisata, dan pertanian. Ini harus kita dukung," tegas Rokhmin. (X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya