Potensi Wisata dan Investasi Ditawarkan

(Pra/E-1)
04/12/2018 06:10
Potensi Wisata dan Investasi Ditawarkan
((Foto:Humas/Rahmat))

Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 DPP)-Kementerian Pariwisata menawarkan peluang investasi bagi para pengusaha Jepang di 10 Bali Baru.

Tawaran itu disampaikan saat Tim Percepatan Pembangunan 10 DPP bersama dengan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Jepang Rachmat Gobel berkesempatan bertemu dengan Shigeru Kiyama, Penasihat Khusus Kabinet Jepang dan Duta Besar untuk Kerja Sama Ekonomi dalam Bidang Kualitas Promosi Investasi Infrastruktur serta pimpinan Japan Tourism Agency.

"Banyak peluang investasi bagi para pengusaha Jepang di 10 Bali Baru terutama di Morotai, Tanjung Lesung, dan Tanjung Kelayang-Belitung, termasuk investasi di bidang infrastruktur. Dalam kesempatan ini, kami juga memaparkan perkembangan pembangunan insfrastruktur didestinasi wisata, khususnya Tanjung Kelayang dan Tanjung Lesung," kata Hiramsyah dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Kunjungan ke Jepang dilakukan dalam rangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia ke tiga negara yaitu Korea, Tiongkok, dan Jepang dari pertengahan hingga akhir November 2018.

Di Korea, Tim melakukan kegiatan Sales Mission Mandalika, yang menjelaskan destinasi wisataMandalika, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan salah satu dari 4 destinasi superprioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Kegiatan Sales Mission Mandalika ini digelar di 2 kota yaitu di Seoul dan Busan.

WAUG Travel yang merupakan travel di Korea berharap dapat bekerja sama untuk mempromosikan paket-paket destinasi wisata ke Indonesia melalui aplikasi mereka.

Lebih lanjut Hiramsyah menjelaskan, para investor yang berminat menanamkan investasi di 10 Bali Baru dapat mengajukan fasilitas tax holiday sebab proyek di 10 Bali Baru masuk kategori Program Strate-gis Nasional (PSN).

Hal itu juga selaras dengan rencana pemerintah untuk menjadikan 10 Bali Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Investasi minimal yang harus ditanamkan investor ialah Rp20 miliar.

Sementara itu, kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2018 1,29 juta. Secara kumulatif jumlah kunjungan turis ke Indonesia naik 11,92% atau 13,24 juta dibandingkan tahun lalu sebesar 11,83 juta kunjungan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya