Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah dan beras dari Oktober ke November. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan peningkatan harga pada medio akhir tahun adalah pola lama yang selalu berulang setiap tahun.
"Ketika masuk Oktober, November, Desember itu selalu terjadi kenaikan harga gabah karena pada bulan-bulan itu masuk musim tanam. Artinya, yang panen sedikit. Pasokan gabah turun sehingga harga naik. Itu biasa," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (3/12).
Kendati demikian, kenaikan harga gabah dan beras tahun ini masih dalam tahap wajar. Pasalnya, pemerintah telah mengantisipasi menipisnya stok dan meningkatnya harga dengan membuka keran impor beras sebesar 1,8 juta ton.
Stok sebanyak itu membuat Perum Bulog kuat dan percaya diri dalam menghadapi masa paceklik.
"Walaupun naik, pemerintah masih bisa antisipasi. Situasi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kala itu stok Bulog hanya 800 ribu ton," ucapnya.
Tercatat, pada November, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp5.116 per kilogram (kg), naik 3,64% dari bulan sebelumnya yang hanya Rp4.973 per kg.
Kenaikan juga terjadi pada gabah kering giling (GKG) dari Rp5.467 per kg menjadi Rp5.646 per kg.
Beras untuk kualitas medium pun mengikuti dengan kenaikan 2,22% di tingkat penggilingan, tepatnya dari Rp9.395 per kg menjadi Rp9.604 per kg.
Kenaikan sedianya telah terjadi sejak Agustus. Pada bulan ke delapan itu, harga beras medium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.172 per kg kemudian naik menjadi Rp9.310 pada September. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved