Bisa Tersenyum setelah Punya Listrik Sendiri

Pol/Cah/X-10
03/12/2018 07:40
Bisa Tersenyum setelah Punya Listrik Sendiri
LISTRIK GRATIS: Presiden Joko Widodo menyalakan listrik rumah tangga di Bantarjati, Bogor, kemarin. Menurut Presiden, sambungan listrik gratis yang disponsori 34 BUMN itu menyasar 235.756 rumah tangga miskin dan rentan miskin yang ada di Jawa Barat.(AGUS SUPARTO)

ROMINAH, warga Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat, tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya. Ibu tiga anak itu akhirnya punya listrik sendiri setelah puluhan tahun menumpang listrik dari orangtuanya di sebelah rumah. Karena harus berbagi listrik berdaya 900 watt, aktivitasnya sehari-hari menjadi terhambat.

"Senang sekali karena sudah pasang listrik sendiri. Jadi, sudah tak perlu ganti-gantian masak nasi, tak perlu menunda-nunda kalau mau masak nasi atau menyetrika," ujarnya di kediamannya berukuran sekitar 3 x 6 meter, kemarin.

Rominah sudah lama bermimpi punya meteran listrik sendiri, tetapi urung karena biaya sambungan listrik baru berkisar Rp900 ribu terbilang mahal. "Dulu ikut orangtua. Jadi, bayarnya bisa patungan berdua," ujar penjual cilok dan es itu.

Hal senada diungkapkan Suparto. Setelah menunggu 10 tahun, ia senang akhirnya rumahnya bisa tersambung dengan listrik. Selain senang, Suparto juga bangga karena listrik pertamanya langsung diresmikan Presiden Joko Widodo.

Untuk menuju lokasi yang jaraknya kurang lebih 4 kilometer dari Istana Bogor itu, Jokowi naik sepeda. Secara simbolis, Kepala Negara menekan tombol MCB (miniature circuit breaker) yang menandai masuknya aliran listrik ke rumah Suparto.

Di Jawa Barat, setidaknya 200 ribu rumah belum memiliki sambungan listrik. Di Indonesia, jumlahnya sekitar 1,2 juta. Presiden Jokowi menargetkan 100.060 rumah di Jawa Barat bisa teraliri oleh listrik pada akhir tahun ini. Penyambungan itu dilakukan bersinergi dengan BUMN-BUMN yang ada. Kelak, semua rumah di Indonesia diharapkan bisa mendapatkan sambungan listrik.

Dengan mengutip data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini terdapat 235.756 keluarga prasejahtera di Jawa Barat yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari, ratusan ribu rumah itu menumpang ke instalasi listrik milik tetangga.

Pada umumnya, mereka mengeluarkan dana kurang lebih Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per bulan untuk mendapatkan sambungan listrik dari tetangga. (Pol/Cah/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya