Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Hasil studi Ipsos melalui kuesioner secara daring menyebut kalangan berpendapatan Rp3 juta ke atas paling banyak mengakses e-commerce.
PENGUATAN infrastruktur turut mendorong tingkat penetrasi masyarakat urban (perkotaan) pada internet menjadi 72% dan rural-urban 50%. Hal itu pun sejalan dengan pertumbuhan konsumen yang berbelanja secara daring (online).
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, belanja daring melalui platform perdagangan elektronik (e-commerce) mencapai 100 juta kunjungan pada semester I tahun ini atau mencapai 32% dari total belanja konsumen. Saat ini tercatat lebih dari 40 platform e-commerce yang terdaftar dan beroperasi.
Studi E-Commerce Outlook 2018 yang dikeluarkan Ipsos Indonesia menunjukkan, belanja daring di Indonesia ditopang generasi milenial yang punya daya adaptasi tinggi terhadap teknologi informasi. Hasil studi Ipsos yang diperoleh melalui kuesioner secara daring tersebut juga menyebut kalangan berpendapatan Rp3 juta ke atas paling banyak mengakses e-commerce.
Menurut Andi Sukma selaku Head of Observer Ipsos Indonesia di Jakarta, Senin (26/11), hasil penelitian pihaknya menunjukkan lima perusahaan e-commerce yang paling banyak dikunjungi, yaitu Tokopedia (49%), Shopee (45%), Lazada (39%), Bukalapak (38%), dan Blibli (17%). Pengunjung mereka lebih banyak melakukan pembelian daripada hanya berselancar.
"Kepercayaan terhadap perusahaan e-commerce tidak terjadi dalam sekejap. Pasti ada pengalaman berbelanja yang nyaman dan menyenangkan sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat dalam berbelanja. Hal ini ditunjukkan dari jenis pembayaran yang sudah bergeser dari COD (cash on delivery) menjadi debit transfer," ujar Andi
Menurut Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), kontribusi e-commerce terhadap produk domestik bruto (PDB) negara saat ini baru berkisar 2%. Namun, menurut Bank Indonesia, prediksi total transaksi e-commerce selama tahun ini dapat mencapai Rp102 triliun. Pemerintah memperkirakan kontribusi e-commerce terhadap PDB sebesar 10% pada 2020.
Itu, menurut Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan, memberikan pengaruh sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi digital. "Bagi pebisnis, e-commerce berdampak pada pengurangan biaya operasional dan kesempatan memperlebar pangsa pasar dengan tidak berbanding lurus terhadap modal yang harus disiapkan akibat dari ekspansi. Ini memberikan dorongan pada perekonomian wilayah yang lebih merata disebabkan e-commerce tidak terhalang jarak," ujarnya.
Ekosistem
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat infrastruktur untuk mendorong penetrasi internet yang lebih dalam di masyarakat. Direktur Utama Badan Aksesibilitas dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Latif mengatakan, pihaknya punya lima program unggulan untuk mendukung pemerataan itu.
Kelima program itu, yaitu BTS Bakti Sinyal, Bakti akses internet (aksi), Palapa Ring, satelit multifungsi, dan membangun ekosistem teknologi informasi dan komunikasi. Empat programnya fokus di infrastruktur dan sisanya ekosistem.
"Infrastruktur memang harus diselesaikan lebih dahulu. Tapi ini harus dibarengi dengan ekosistem. Kami merangkul banyak pihak, salah satunya badan Siberkreasi untuk memastikan literasi digital ke masyarakat daerah," kata Anang.
Bakti kini tengah mendirikan base transceiver station (BTS) di area yang belum dimasuki perusahaan operator seluler (blank spot). Per minggu keempat Oktober 2018, Bakti membangun 758 BTS yang beroperasi di 21 provinsi dan 10 kabupaten. (S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved