Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Indonesia mempertimbangkan hemat bahan bakar minyak (BBM) sebagai faktor utama sebelum membeli kendaraan. Dengan begitu, mobil yang paling laku di pasaran ialah yang paling efisien mengonsumsi BBM.
"Dalam survei yang kami lakukan, tingkat penggunaan BBM paling hemat yang menjadi faktor utama dari 10 faktor yang menjadi latar belakang konsumen membeli mobil," ujar Executive Coordinator Domestic Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi pada jumpa pers final kontes modifikasi bertajuk Daihatsu Dress-up Challenge (DDC) dan Slalom Time Battle 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/12).
Hadir pada kesempatan itu Direktur PT ADM Shinya Takeda, Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso, serta ketua penyelenggara dari Indonesia Auto Modified Reza Aliwarga.
Rokky mengemukakan, setelah faktor BBM, faktor berikutnya ialah harga mobil, keandalan manufaktur, dan model atau tampilan baru kendaraan (lihat tabel).
Rokky melanjutkan bahwa mobil Daihatsu jadi pilihan utama masyarakat Indonesia lantaran memang hemat BBM. "Tidak hanya Sigra yang menjadi kontributor utama penjualan Daihatsu, tetapi apa pun mobil Daihatsu, pasti selalu irit. Kami menyadari, faktor itu yang jadi hal utama masyarakat Indonesia memilih mobil," ujar dia melalui keterangan resminya.
Menurutnya, merek Daihatsu yang hemat BBM sudah melekat di masyarakat. Namun, untuk gelaran DDC dan Slalom Tim Battle 2018, pihaknya mengacu pada faktor keempat hingga ketujuh, yakni model atau tampilan baru kendaraan, biaya perawatan, performa saat dikendarai, dan kenyamanan.
Melebihi target
Dalam kesempatan yang sama, Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso mengatakan pangsa pasar Daihatsu di penjualan otomotif nasional terus meningkat.
"Ini menjadi bukti mobil Daihatsu yang dikenal hemat sangat diterima dengan baik oleh masyarakat," kata Hendrayadi.
Ia mengatakan penjualan Daihatsu sepanjang Januari hingga Oktober 2018 naik 7%. Selain itu, pangsa pasar Daihatsu sudah menembus angka 17%, jauh di atas target yang ditetapkan pada awal tahun, yakni sebesar 16%.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Oktober 2018, penjualan ritel Daihatsu sebanyak 160.981 unit atau naik sekitar 7%. Kontribusi terbesar disumbangkan Sigra dengan 39.530 unit, atau berkontribusi sebesar 25%. Kontributor kedua ialah pikap Gran Max (PU) dengan penjualan 34.434 unit (21%), lalu Xenia 25.728 unit (16%), Terios mencapai 23.623 unit (15%), atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian, Ayla berkontribusi 19.947 unit (12%), dan Gran Max (minibus) 13.157 unit (8%). Lini produk Daihatsu lainnya yang meliputi Luxio, Sirion, dan Hi-Max mencatat 4.562 unit (3%).
Sementara itu, total penjualan ritel otomotif nasional mencapai 945.084 unit, atau tumbuh sekitar 10% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017.
"Kami optimistis, apalagi melihat penjualan November lebih baik ketimbang bulan sebelumnya," Hendrayadi menandaskan. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved