Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo akan menaikkan plafon pinjaman program kredit mikro Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dikelola BUMN PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Saat ini, nilai kredit Mekaar berkisar Rp500.000- Rp3 juta akan dinaikkan hingga Rp10 juta.
Hal itu disampaikan Presiden saat berjumpa dengan ibu-ibu penerima pinjaman Mekaar di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/12).
"Ini baru kita hitung karena setelah melihat di lapangan, saya melihat tadi ada ibu-ibu yang ingin tidak hanya mendapat Rp2 juta atau Rp 1 juta, tapi ada yang ingin mendapat Rp10 juta. Kita akan kembangkan besar-besaran di seluruh Tanah Air" imbuhnya.
Tujuannya, jelas Presiden, agar bisa meningkatkan taraf hidup perempuan dari keluarga prasejahtera. Dengan pinjaman modal, diharapkan sektor usaha ultramikro bisa semakin tumbuh.
Presiden mengatakan, PNM adalah program konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Para ibu sesungguhnya bisa mengembangkan usaha sepanjang memiliki kesempatan mendapatkan tambahan modal.
"Mengapa yang banyak diberikan pinjaman ibu-ibu? Karena ibu-ibu lebih disiplin, lebih bisa dipercaya, lebih jujur, lebih telaten mengatur masalah keuangan. Karena program ini bagus, kita akan kembangkan besar-besaran di seluruh Tanah Air," tandasnya.
PNM adalah BUMN yang mengelola pembiayaan usaha mikro dan ultramikro. Sejak Mekaarr diluncurkan pada akhir 2015, program ini telah menghimpun 3,9 juta nasabah. Pinjaman diberikan kepada kelompok yang beranggotakan maksimal 30 orang.
"PNM diberikan agar ibu-ibu yang punya kegiatan usaha bisa dibantu. Karena banyak sekali baik yang jualan warung, gorengan, bakso, jualan di pasar. Kalau diberi kesempatan tambahan modal bisa mengembangkan usahanya," ujar mantan Wali Kota Solo itu.
Pada kesempatan itu, Presiden berkesempatan berdialog dengan ibu-ibu. Salah satunya Romlah yang berjualan bubur ayam. Ia mengaku omzet bisa mencapai Rp700.000 per hari. Penghasilan bersihnya mencapai 30% dari jumlah tersebut. Romlah berharap platform Mekaar bisa dinaikkan agar ia bisa membeli mendapatkan modal guna membeli gerobak.
"Penghasilan disisihkan buat bayar cicilan (Mekaar). Ini masih kurang modal gerobaknya. Lebih mantab kalau punya gerobak," ujarnya kepada Jokowi.
Sementara, seorang ibu lainnya bercerita membuka usaha nasi uduk di depan rumahnya berkat modal dari PNM. Adapun Sri Rahayu bercerita membuka usaha beragam camilan, seperti pisang keju, singkong keju, hingga kentang renyah.
Presiden memuji usaha para ibu ini. Ia bercerita putranya pun berjualan pisang goreng dengan kios-kios kecil yang disewanya.
Ia juga menyarankan para ibu untuk melihat, merencanakan, dan menghitung terlebih dahulu jika ingin memiliki gerobak ataupun warung. Dengan demikian, diketahui berapa tambahan modal yang diperlukan dan kemampuan mencicil. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved