The Fed Mulai Dovish Rupiah Terus Menguat

(Nur/X-7)
02/12/2018 11:45
The Fed Mulai Dovish Rupiah Terus Menguat
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

PERNYATAAN Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) Jerome Powell bahwa suku bunga acuan sudah sangat dekat dengan posisi netral membawa sinyal positif dan memberikan peluang bagi rupiah untuk terus menguat.

“Hawa positif dari The Fed bahwa Fed fund rate (FFR) sudah mendekati level normal menyiratkan sense dovish (kecenderungan untuk menunda kenaik-an suku bunga atau melakukan kebijakan moneter longgar). Juga, harga minyak turun dan perkiraan membaiknya hubung-an dagang AS-Tiongkok. Semua indikasi ini kuat mengarah The Fed tak lagi agresif sehingga mulai ada kepastian di pasar global,” kata Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran, Kemenko Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, kepada Media Indonesia, kemarin.

Jika kondisi perekonomian global terus menunjukkan indikasi positif, lanjutnya, nilai tukar mata uang garuda terhadap dolar AS bisa terus menguat. Bahkan, ia memprediksi rupiah bisa me-ninggalkan level 14.000.

“Minggu depan ini rupiah masih akan menguat tipis. Indikasinya pasar forward rupiah membaik. Pantauan dari bursa dan obligasi, arus (modal) masuk bertambah,” terangnya.

Edi mengakui tekanan nilai tukar rupiah atas dolar AS sangat dipengaruhi faktor eksternal.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ­(Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan kalangan pengusaha optimistis rupiah akan terus menguat terhadap dolar AS. Menurutnya, penguat­an rupiah sangat berdampak positif bagi perekonomian ­Indonesia. ­“Optimistis rupiah akan terus menguat,” ujarnya saat dihubungi.

Hariyadi mengatakan penguat-an rupiah itu akan mengurangi beban pemerintah terkait pembayaran utang luar negeri.

Apindo, imbuhnya, juga tengah berupaya agar transaksi perdagangan dengan negara-negara mitra dagang bisa mengonversi ke dalam mata uang mereka. Kini, pihaknya tengah mengupayakan hal itu dengan Tiongkok. “Kita ubah ke renminbi, tidak lagi pakai dolar AS.”



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya