Tol Bocimi Gairahkan Ekonomi

Rudi Polycarpus
02/12/2018 11:15
Tol Bocimi Gairahkan Ekonomi
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

SETELAH 21 tahun menanti, akhirnya warga Sukabumi dan pengguna jalan lainnya mulai mendapatkan jalur alternatif kendaraan. Tol Bogor- Ciawi-Sukabumi atau Bocimi selesai kendati baru di seksi 1, yakni jalur Ciawi-Cigombong.

Rencana pembangunan Tol Bocimi dimulai sejak 1996. Penetapan lelang dilakukan 1997. Namun, pembangunan tidak jua berjalan.

“Penetapan lelang Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi ini sudah ditetapkan pada 1997. Sudah ganti investor, saya enggak bisa ngitung berapa kali. Artinya, ini sudah 21 tahun,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan segmen I Tol Bocimi – Ciawi-Cigombong dari pintu Tol Cigombong-1, Sukabumi, Jawa Barat, kemarin.

Hadir dalam kegiatan ini Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumah­an Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Dirjen Bina Marga Sugiyartanto

Ke depan, lanjut Presiden, Tol Bocimi akan disambung ke Cianjur dan Bandung. Bahkan, jalur ini akan terus ke timur sampai Cilacap dan Yogyakarta.  “Mobilitas orang dan barang, mahalnya transportasi, harus betul-betul bisa kita selesaikan. Kita harapkan bisa berkembang ekonomi yang ada di Sukabumi, terutama pariwisata yang  memiliki kekuatan yang besar,” jelas presiden.

Beroperasinya ruas Tol Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 kilometer akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5 jam menjadi sekitar 20 menit.

PT Waskita Karya (persero) sebagai salah satu pengelola berupaya mempercepat proses pembebasan lahan seksi II, III, dan IV Tol Bocimi agar rampung pada pertengahan tahun depan. ”Kalau pembebasan tanah bisa selesai pertengahan 2019, saya yakin hanya satu tahun kami bangun sampai Sukabumi,” kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.

Pertumbuhan ekonomi
Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi kinerja PT Waskita Karya (persero) Tbk yang berhasil melakukan percepatan pembangunan Tol Bocimi. Dia meyakini Tol Bocimi akan meningkatkan geliat aktivitas ekonomi masyarakat karena semakin efisiennya biaya distribusi dan transportasi.

“Hadirnya Tol Bocimi ini harus semakin meningkatkan perkembangan sektor industri di sepanjang Bogor hingga Sukabumi. Utamanya industri agrobisnis dan pariwisata yang potensinya cukup besar,” ujarnya.

Selain Tol Bocimi, kehadiran bandara di Sukabumi akan memperkuat akses distribusi barang dan penumpang dari dan menuju Sukabumi. Presiden menyatakan pembangunan bandara itu akan dilakukan pada tahun depan. “Bandara Sukabumi tahun depan sudah dimulai,” ujarnya.

Selain menjelaskan soal rencana pembangunan bandara pertama di Sukabumi itu, Presiden juga mengatakan rel ganda kereta api (KA) dari Bogor menuju Sukabumi akan rampung pada 2020.

Akses dari Jakarta-Sukabumi (120 km) yang semula memakan waktu 6-7 jam karena dilanda kemacetan, dengan rampungnya Tol Bocimi bisa ditempuh sekitar 2 jam. Dengan demikian, konektivitas yang semakin mudah bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah Sukabumi serta parsiwisata di selatan Jawa seperti Pelabuhan Ratu. (X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya